Dalam Sehari, Pedagang Bisa Jual 100 Kg Teri Thailand

Dalam Sehari, Pedagang Bisa Jual 100 Kg Teri Thailand

- detikFinance
Jumat, 26 Sep 2014 13:53 WIB
Dalam Sehari, Pedagang Bisa Jual 100 Kg Teri Thailand
Jakarta - Permintaan ikan teri asin impor asal Thailand di dalam negeri tinggi. Dalam sehari, pedagang bisa menjual 100 kg teri impor asal Thailand.

Suhendi, seorang pedagang ikan teri asin di Sentra Penjualan Ikan Asin Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara mengatakan, ikan teri Thailand ini datang dengan kardus berisi 50 kg.

Sejak tahun 2012, pembelian ikan teri asin impor Thailand oleh pedagang dibatasi, minimal hanya 5 kardus per minggu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sekarang dibatasi oleh agen, seminggu hanya 5 kardus," kata Suhendi kepada detikFinance, Jumat (26/09/2014).

Suhendi tidak tahu apa alasan pengurangan jatah pembelian ikan teri asin impor. "Padahal per hari kita mampu jual 100 kg teri asin buntio dan jengki. Tetapi karena dibatasi ya mau bagaimana lagi," imbuhnya.

Suhendi mengaku biasa mendapatkan ikan teri asin dari agen besar di wilayah Cengkareng, Jakarta Barat. Satu kardus berisi 50 kg ikan teri asin Thailand dijual dengan harga Rp 520.000.

"Kalau dijual per kg harganya Rp 60.000 jadi saya untung Rp 8.000/kg," katanya.

Di tempat yang sama, salah satu pembeli ikan teri asin impor Rahmawati mengungkapkan alasannya lebih memilih membeli ikan teri asin impor. Menurutnya kualitas dan rasa ikan teri asin impor lebih baik dibandingkan teri lokal.

"Meskipun lebih mahal tetapi teri impor ini lebih gurih, renyah dan tidak asin. Saya lebih suka teri ini (teri impor) dibandingkan yang putih itu (teri lokal medan)," jelasnya.

Sebelumnya Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KP) Saut P Hutagalung menjelaskan, pemerintah sudah tidak lagi memberikan izin impor untuk ikan teri asin sejak 2011.

"KKP sejak diberlakukan pengendalian impor tahun 2011 tidak pernah mengeluarkan izin impor untuk ikan asin seperti ikan teri asin. Kami kurang tahu jika ada instansi lain yang keluarkan izin impor," kata Saut.

(wij/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads