Para pedagang bakso disebut secara jelas oleh Joko Widodo (Jokowi) dalam pidato perdananya sebagai presiden di gedung DPR/MPR Senayan, Jakarta, hari ini. Bagi para pedagang bakso, hal ini sebagai bentuk apresiasi orang nomor satu di Indonesia tersebut terhadap ekonomi kerakyatan.
Ketua Umum Asosiasi Pedagang Mie dan Bakso Indonesia (Apmiso) Trisetyo Budiman mengaku senang dengan apresiasi Presiden Jokowi terhadap profesi rekan-rekannya. Saat ini, secara umum saat anggota Apmiso mencapai kurang lebih 3 juta pedagang bakso di seluruh Indonesia.
"Ekonomi kerakyatan sudah tiba waktunya untuk diberikan keberpihakan agar bisa menuju kesejahteraan yang lebih baik," kata Tri kepada detikFinance, Senin (20/10/2014)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami menyediakan 750 grobak bakso dengan porsi 112.500 mangkok," kata Tri.
Ia mengatakan, apa yang dilakukan Apmiso dan tukang bakso hari ini memang tak mudah, namun mereka senang bisa berpartisipasi dalam pesta rakyat. "Mobilisasi gerobak dan distribusi gerobak cukup rumit, termasuk menyiapkan kuah bakso yang higienis dan aman," katanya,
Saat pidato pertama saat pelantikan hari ini, Presiden Jokowi menyebut para pedagang bakso. Selain itu, Jokowi juga menyebut profesi lainnya seperti para nelayan, buruh, petani, asongan, sipil, buruh, TNI/Polri, dan kalangan profesional.
"Saya ingin mereka untuk bekerja keras untuk bergotong royong," seru Jokowi. (hen/hds)











































