Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU Pera) Basuki Hadimuljono mengungkapkan bahwa untuk merealisasikannya dibutuhkan dana Rp 29,4 triliun.
"Memang nggak semuanya sama, tergantung kapasitas. Ada yang Rp 1,1 triliun, ada yang Rp 500 miliar. Tapi kalau dirata-ratakan sekitar Rp 600 miliar per unit. Jadi tinggal dikalikan saja 49 bendungan yang akan dibangun," papar Basuki di kantornya, Jakarta, Selasa (26/11/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seluruhnya pakai APBN. Karena ini infrastruktur dasar, kalau kita lepas ke swasta nggak punya nilai ekonomis. Jadi seluruhnya kita pakai APBN," tutur Basuki.
Ia menambahkan, dana APBN akan dipergunakan bukan hanya untuk pendanaan pembangunan fisik. Tetapi juga untuk membantu pembebasan lahan yang akan dijadikan lokasi pembangunan proyek.
"Memang kalau pembebasan lahan itu kan ada di APBD. Tapi kan nggak semua Pemda punya dana yang cukup. Kita semangatnya kan mau APBD atau APBN semuanya kan uang negara, uang negara untuk siapa kalau bukan untuk rakyat? Jadi sama saja," tegas dia.
Pada 2014 dan 2015, pemerintah menargetkan dapat membangun 11 bendungan dengan total investasi mencapai sekitar Rp 8,2 triliun.
"Yang sudah sekarang biarkan berjalan. Nanti di tahun-tahun berikutnya kemungkinan akan meningkat, karena target meningkat. Kita yakin bisa terealisasi semua sampai akhir periode," pungkasnya.
(dna/hds)











































