Harga BBM Naik Rp 500/Liter, Ini Hitungan dari Menteri ESDM

Harga BBM Naik Rp 500/Liter, Ini Hitungan dari Menteri ESDM

- detikFinance
Senin, 30 Mar 2015 19:45 WIB
Harga BBM Naik Rp 500/Liter, Ini Hitungan dari Menteri ESDM
Jakarta -

Pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai Sabtu (28/3/2015) kemarin, harga bensin premium naik jadi Rp 7.300/liter, dan minyak solar Rp 6.900/liter, atau naik masing-masing Rp 500/liter.

Menteri ESDM Sudirman Said dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR, Senin (30/3/2015) merinci, dasar pemerintah menetapkan harga premium naik jadi Rp 7.300/liter, adalah:

  • Harga dasar BBM Rp 6.722,67/liter yang terdiri dari: Harga Indeks Pasar (HIP) Rp 5.670,39/liter ditambah Alpha. Alpha terdiri dari biaya perolehan kilang/impor, biaya distribusi, biaya penyimpanan, dan margin. Rumus menghitung Alpha adalah 3,92% x HIP + Rp 1.052,28/liter.
  • Ditambah lagi biaya tambahan distribusi Rp 2% x Rp 6.722,67 (harga dasar BBM) Rp 134,5/liter.
  • Ditambah dengan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 10% x harga dasar + Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) 5% x harga dasar, sama dengan Rp 1.008,57/liter


Total harga premium keekonomian Rp 7.865,74/liter. Namun pemerintah menetapkan harga premium Sabtu (28/3/2015) Rp 7.300/liter.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedangkan harga minyak solar Rp 6.900/liter, terdiri dari:

  • Harga dasar minyak solar Rp 6.809,26/liter, yang terdiri dari : Harga Indeks Pasar minyak solar Rp 5.771,89/liter ditambah Alpha. Alpha terdiri dari biaya perolehan kilang/impor, biaya distribusi, biaya penyimpanan, dan margin. Rumus menghitung alpha yaitu 2,38% x HIP + Rp 1.037,37/liter.
  • Ditambah PPN 10% dan PBBKB 5% x harga dasar BBM = Rp 1.021,39/liter.


Total harga solar keekonomian, Rp 6.809,26/liter ditambah pajak Rp 1.021,39/liter sama dengan Rp 7.830,65, lalu dikurangi subsidi tetap Rp 1.000/liter, sama dengan Rp 6.830,65/liter. Sehingga pemerintah menetapkan harga solar Rp 6.900/liter.

Sistem penetapan harga BBM, menggunakan sistem pembulatan ke atas. Jadi misalnya harga keekonomian Rp 7.830,65/liter dibulatkan ke atas Rp 7.900/liter.

(rrd/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads