Perusahaan penyedia jasa pengeboran asal Amerika Serikat (AS) tersebut berencana memangkas 9.000 karyawan dalam 2 kuartal belakangan ini. Jumlah ini naik dari rencana awal 6.400 karyawan.
Harga minyak yang anjlok sejak pertengahan 2014 membuat kegiatan pengeboran menurun. Otomatis bisnis Halliburton juga terimbas. Dilansir dari CNN, Rabu (22/4/2015), Halliburton mengalami kerugian US$ 643 juta atau sekitar Rp 8,3 triliun di kuartal I-2015 lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pekan lalu, perusahaan jasa pengeboran minyak, Schlumberger juga mengumumkan PHK terhadap 11.000 karyawannya. Sejumlah perusahaan minyak, seperti Chevron, Royal Dutch Shell, dan BHP Billiton mengumumkan pemangkasan investasi dan operasi karena penurunan harga minyak ini. Hal yang sama juga dilakukan British Petroleum (BP) dan Total,
"Kami melihat ada tekanan keras ke operasi kami. Aksi lanjutan tampaknya akan diperlukan di kuartal II-2015," kata Plt Direktur Keuangan Halliburtom Christian Garcia.
(dnl/ang)











































