Terowongan ini akan dipasang sebanyak 988 pipa air bawah tanah, detikFinance, berkesempatan mengunjungi lokasi proyek hingga ke dalam 'perut' terowongan yang berada di bawah tanah kawasan Cawang, Jakarta Timur yang targetnya selesai Oktober 2015.
Pantauan di lokasi pengerjaan di sisi outlet alias tempat keluarnya air Sungai Ciliwung di Cawang, Jakarta Timur suasana di permukaan tanah di lokasi proyek terdengar lengang, seolah-olah tak ada proyek raksasa di dalam tanah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suasana tenang di bagian atas proyek ternyata tak tercermin di bagian dalamnya. "Di luar kesannya sepi nggak ada apa-apa. Di dalam itu sedang kerja keras, sedang ada proyek besar," kata Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono di lokasi proyek, Sabtu malam (25/4/2015)
Memasuki bagian dalam pipa yang lebih mirip terowongan ini, terlihat di dinding terowongan tulisan '162' yang artinya batang pipa yang sudah terpasang telah mencapai 162 buah atau panjangnya total mencapai 405 meter.
Di dinding-dinding pipa terdapat banyak selang-selang dan kabel-kabel serta lampu-lampu penerangan jalan. Selang pertama berwarna biru di sebelah kiri akan memompa air yang digunakan untuk melunakan lapisan tanah yang akan dibor.
Di bagian tengah ada pipa baja berwarna abu-abu yang digunakan sebagai saluran pembuangan hasil pengeboran. Kemudian, ada lagi selang besar tipis berwarna abu-abu yang akan mengalirkan udara segar ke dalam terowongan agar para pekerja di dalam terowongan tersebut dapat bernafas.
Setelah menyusuri terowongan kurang lebih 20 menit, tampak di ujungnya adalah bagian mesin pengeboran. Mesin raksasa ini adalah kunci keberhasilan pekerjaan proyek.
Di bagian ini tampak para pekerja sibuk mengawasi mesin bor teknologi Jepang ini. Cara kerjanya adalah, mata bor berbentuk lingkaran dengan diamter 3,5 meter, akan mengeruk tanah didepannya untuk dialirkan ke bagian luar.
Tanah hasil kerukan dibuang keluar menggunakan pipa baja. Sementara itu pipa beton sepanjang 3,5 m akan dipasang setiap kali mesin bor maju dan didorong oleh mesin hidrolik .
Target dari selesainya proyek ini diharapkan bisa mengurangi volume air di Ciliwung sebanyak 60 meter kubik per detik. Rata-rata debit air di Ciliwung mencapai 570 meter kubik per detik. Dengan adanya sodetan maka debit air Ciliwung bisa dikurangi menjadi 510 m3 per detik.
(dna/hen)











































