"Secara teknis, sangat mungkin bagi orang China untuk mendapatkan kontrak tersebut. Kita mampu menyelesaikannya di 2020. Kita masih punya waktu 5 tahun," tutur Konselor bidang Komersial dan Ekonomi Kedutaan Besar China untuk Malaysia, Wu Zhengping dikutip dari The Star, Minggu (10/5/2015).
Wu menuturkan, perusahaann China mampu mengerjakan proyek ini. Untuk menggarap proyek kereta cepat Beijing-Shanghai sepanjang 1.318 km saja, China bisa menyelesaikannya dalam waktu 3 tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia juga menyebut, bila China memenangkan tender atas proyek ini, maka dia berjanji bakal mengundang banyak perusahaan-perusahaan Negeri Tirai Bambu untuk berinvestasi di kawasan jalur kereta tersebut.
"Kalau China memenangkan kontrak (di Malaysia), kita akan mendorong perusahaan China untuk menempatkan pabrik dan perusahaannya di sepanjang jalur ini," janjinya.
Dia berharap, proses tender yang bakal dilakukan itu terbuka dan transparan. Korsorsium perusahaan asal China di bidang perancang, pengembangan dan konstruksi kereta cepat yaitu China Railway Construction Corp Ltd (CRCC), The Third Railway Survey And Design Institute Group Corp (TSDI), dan CSR Qingdao Sifang Co Ltd berharap bisa mendapatkan proyek ini.
Proyek ini juga sempat membuat Presiden Joko Widodo 'ngiri'. Menurut Jokowi, Indonesia juga tidak boleh kalah cepat membangun infrastruktur transportasi agar daya saing meningkat.
(zul/hen)











































