Adapun perkiraan ini disampaikan dalam rapat dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (1/7/2015).
Berikut perkiraan realisasi APBN-P 2015 hingga semester I.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
I. Pendapatan Dalam Negeri Rp 697,2 triliun (39,7%) dari target Rp 1.758,3 triliun
- Penerimaan Perpajakan Rp 555,2 triliun (37,3%) dari target Rp 1.489,3 triliun
- Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Rp 142 triliun (52,8%) dari target Rp 269,1 triliun
II. Penerimaan Hibah Rp 200 miliar (5,8%) dari target Rp 2,2 triliun
B. Belanja Negara Rp 773,9 triliun (39%) dari target Rp 1.984,1 triliun
I. Belanja Pemerintah Pusat Rp 436,1 triliun (33,1%) dari target Rp 1.319,5 triliun
- Belanja Kementerian/Lembaga (K/L) Rp 208,5 triliun (26,2%) dari target Rp 795,5 triliun
- Belanja Non K/L Rp 227,6 triliun (43,4%) dari target Rp 524,1 triliun
II. Transfer ke Daerah dan Dana Desa Rp 337,7 triliun (50,8%) dari target Rp 664,6 triliun.
Lewat hasil ini, maka defisit anggaran diperkirakan Rp 76,4 triliun (34,4%) dari target Rp 222,5 triliun.
Sementara hingga semester I-2015 pemerintah telah menarik utang dalam negeri Rp 215,6 triliun (88,9%) dari target Rp 242,5 triliun. Dan membayar utang luar negeri Rp 21,6 triliun (108%) dari target Rp 20 triliun.
Jadi ada kelebihan pembiayaan Rp 117,6 triliun bila dikurangi dengan defisit anggaran.
(dnl/ang)










































