Pon, seorang pedagang ayam Pasar Minggu, Jakarta Selatan mengatakan, harga daging ayam saat ini bukan lagi mengalami kenaikan namun sudah 'ganti harga'. Biasanya daging ayam baru naik menjelang beberapa hari Lebaran. Ia pun bingung penyebab harga daging ayam naik tajam.
"Ini bukan naik, tapi ganti harga. Kalau naik kan cuma Rp 500 -1.000/kg. Nah ini namanya ganti harga, naiknya banyak banget," kata Pon kepada detikFinance di Pasar Minggu, Senin (6/7/2015)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dijual cuma bisa Rp 30.000/ekor. Pembeli nawarnya Rp 28.000/ekor. Daripada ngga laku ya saya jual segitu aja," keluh Pon.
Pon mengatakan dampak kenaikan harga ayam, membuat pembeli di pasar justru menurun. Penjualan daging ayamnya hampir turun 50% dari biasanya 40 ekor menjadi 20 ekor per hari.
"Hari ini baru laku 5 ekor. Saya jual Rp 28.000/ekor padahal belanjanya Rp 29.000/ekor. Harga segitu pun ayamnya kecil-kecil. Cuma berani bawa 20 ekor," katanya.
Hal yang sama disampaikan oleh Samlawi, pedagang ayam ini mengatakan harga ayam yang tinggi berbalik dengan kenyataan pembeli yang semakin menurun. Hari ini dirinya hanya menjual 15 ekor ayam, padahal biasanya bisa menjual 40-50 ekor, padahal tahun lalu dirinya bisa menjual 50-80 ekor per per hari.
"Sekarang jualnya modalnya saja Rp 32.000/ekor, ukuran ayam agak besar. Padahal minggu lalu saya masih dapat belanja ayam Rp 20.000-21.000/kg. Jualnya bisa Rp 26.000-28.000/ekor," kata Samlawi.
(hen/rrd)










































