Menteri Basuki Cabut Konsesi Investor Tol Pemalang Hingga Semarang

Menteri Basuki Cabut Konsesi Investor Tol Pemalang Hingga Semarang

Dana Aditiasari - detikFinance
Selasa, 28 Jul 2015 19:10 WIB
Menteri Basuki Cabut Konsesi Investor Tol Pemalang Hingga Semarang
ilustrasi
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) serius melakukan percepatan pembangunan infrastruktur termasuk tol. Salah satunya dengan mencari investor yang serius menggarap proyek.

Salah satunya seperti yang dilakukan adalah dengan mencabut izin konsesi atau hak pengelolaan proyek Jalan Tol Pemalang-Batang 39,2 km dan Batang-Semarang 75 km yang telah lama mangkrak, yang merupakan bagian dari Tol Trans Jawa.

"Keduanya saya putus konsesinya. Saya sudah perintahkan kepala BPJT (Badan Pengatur Jalan Tol) untuk memanggil BUJT-nya (Badan Usaha Jalan Tol/Pengelola) untuk dua jalan tol itu," kata Basuki di lokasi proyek, Sodetan Ciliwung, Jakarta, Selasa (28/7/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah pemutusan konsesi tersebut, Basuki langsung mencari calon investor baru untuk menggarap dua Jalan Tol yang merupakan sambungan dari Tol Cikopo-Palimanan, Palimanan-Kanci, Kanci-Pejagan, dan Pejagan-Pemalang.

โ€ŽUntuk ruas Jalan Tol Pemalang-Batang, struktur pemegang saham yang baru akan diserahkan ke Kementerian BUMN karena ruas itu akan dikerjakan menggunakan pinjaman perbankan.

"Bank-nya itu Bank pemerintah, Bank BNI. Dan sudah ada kesepakatan pembiayaan, jadi biar Bank BNI di bawah arahan Kementerian BUMN yang cari investor baru," kata Basuki.

Sementara untuk ruas Batang-Semarang, Kementerian PUPR yang akan mencari penggantinya. "Kita tawarkan opsi ke pemegang sahamnya. Kalau dia masih mau masuk dia harus cari mitra strategis. Kalau dia nggak sanggup, pemerintah akan lelang untuk cari investor yang baru," ujarnya.

Adapun alasan pemutusan hak pengelolaan ini karena dua investor dari jalan tol ini telah ingkar janji dengan tidak membayarkan uang jaminan pekerjaan proyek kepada pemerintah.

"Proyek mereka nggak jalan dan mereka sudah wanprestasi โ€Ž(ingkar janji). Mereka nggak membayar uang jaminan sebagai tanda mereka tetap berkomitmen mengerjakan proyek itu," tegas Basuki.

Ruas tol Pemalang-Batang dan Pemalang-Batang yang merupakan bagian Tol Trans Jawa yang paling lambat proses pekerjaannya. Padahal, pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan proyek ini bisa selesai di periode kepemimpinannya.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengungkapkan, meski proses pembangunan kedua jalan tol ini mandek, namun pemegang sahamnya masih berkeras hati. Mereka yakin mampu menyelesaikan proses pembebasan lahan serta melakukan kontrak pembangunan jalan tol.

Sebagai informasi, ruas Tol Pemalang-Batang dimiliki oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Pemalang Batang Toll Road yang merupakan hasil patungan sejumlah investor yang terdiri dari โ€ŽPT Sumber Mitra Jaya yang menguasai 45% saham, PT Langkah Hutama Perkasa juga dengan 45%, dan Countryside Investment Corporation 10%.

Sementara untuk, ruas Jalan Tol Batang-Semarang dimiliki oleh BUJT PT Marga Setia Puritama yang semula dimiliki oleh PT Intsia Persada Permai sebesar 40%, PT Banyuwen Permatasari 55%, dan PT Karya Terampil Mandiri 5%.

Pada 2008, PT Bakrie Toll Road mengambil alih 65% kepemilikan saham dari PT Marga Setiapuritama namun keluar dan melepas seluruh sahamnya pada 2011.

(dna/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads