Dalam data yang dikeluarkan AP II seperti dikutip, Rabu (29/7/2015), jumlah kebutuhan dana investasi di seluruh lingkungan AP II hingga 2021 adalah Rp 60,1 triliun. Dari jumlah tersebut, 64% atau Rp 41 triliun untuk pengembangan bandara Soekarno-Hatta.
Rencana investasi untuk Soekarno-Hatta memang terbesar akan dilakukan pada 2015 dan 2016, yaitu masing-masing Rp 12 trilun dan Rp 17 triliun. Ada pengembangan terminal 3 ultimate yang rencananya akan selesai akhir 2016.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada data tersebut dikatakan, AP II akan hanya akan bisa menarik pinjaman maksimum Rp 15 trilun, jauh dari target investasi Rp 60,1 triliun yang dibutuhkan. Lantas bagaimana?
AP II memerlukan suntikan dana pemerintah lewat Penyertaan Modal Negara (PMN) Rp 7 triliun (terdiri dari Rp 2 triliun di 2015 dan Rp 5 triliun di 2106). Kemudian BUMN ini juga menarik pinjaman dari lembaga keuangan Rp 3,9 triliun, dan berencana menerbitkan obligasi atau surat utang Rp 2 triliun.
Tahun ini, AP II menargetkan perolehan laba Rp 1,24 triliun dengan pendapatan Rp 5,424 triliun. Dan di 2016, AP II menargetkan laba Rp 2,206 triliun dengan pendapatan Rp 7,315 triliun.
(dnl/ang)











































