Industri Tambang Jadi yang Tersuram di Semester I-2015

Industri Tambang Jadi yang Tersuram di Semester I-2015

Maikel Jefriando - detikFinance
Rabu, 05 Agu 2015 13:10 WIB
Industri Tambang Jadi yang Tersuram di Semester I-2015
Jakarta - Sepanjang semester I-2015, ekonomi Indonesia tumbuh 4,7% atau melemah dibandingkan semester I-2014 sebesar 5,17%. Sektor tambang paling suram.

Data Badan Pusat Statistik (BPS), Rabu (5/8/2015), sepanjang semester I-2015, industri tambang dan penggalian tumbuh minus 3,58%.

Sektor pertambangan dan penggalian tercatat minus sejak kuartal I-2015. Pada kuartal I-2015 tumbuh minus 1,23% dan di kuartal II-2015 tumbuh minus 5,87%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut daftar lapangan usaha yang masih positif sepanjang semester I-2015, di luar pertambangan:

  • Pertanian, kehutanan, dan perikanan tumbuh 5,37%
  • Industri pengolahan tumbuh 4,2%
  • Pengadaan listrik dan gas tumbuh 1,23%
  • Pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang tumbuh 2,21%
  • Konstruksi tumbuh 5,68%
  • Perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor tumbuh 2,79%
  • Transportasi dan pergudangan tumbuh 6,43%
  • Penyediaan akomodasi dan makan minum tumbuh 3,72%
  • Informasi dan komunikasi tumbuh 9,81%
  • Jasa keuangan dan asuransi tumbuh 4,97%
  • Real estat tumbuh 5,14%
  • Jasa perusahaan tumbuh 7,5%
  • Administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib tumbuh 5,58%
  • Jasa pendidikan tumbuh 9,05%
  • Jasa kesehatan dan kegiatan sosial tumbuh 7,76%
  • Jasa lainnya tumbuh 8,04%
(dnl/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads