Harga Jengkol di DKI Rp 50.000/Kg, Daging Ayam Cuma Rp 40.000

Harga Jengkol di DKI Rp 50.000/Kg, Daging Ayam Cuma Rp 40.000

Muhammad Idris - detikFinance
Sabtu, 08 Agu 2015 16:12 WIB
Harga Jengkol di DKI Rp 50.000/Kg, Daging Ayam Cuma Rp 40.000
Foto: Jengkol (Muhammad Idris-detikFinance)
Jakarta -

Harga jengkol di pasar tradisional Jakarta masih dijual Rp 50.000/Kilogram (Kg). Harga jual ini, lebih mahal dari harga daging ayam hingga ikan.

Candra, pedagang sayur yang juga menjual jengkol di Pasar Klender, Jakarta Timur, menyebutkan bila harga jengkol saat ini justru lebih rendah dari beberapa bulan lalu. Harga jengkol pernah menyentuh Rp 70.000/Kg

“Ini harga sama kaya dari dulu yakni Rp 50.000/Kg. Dari yang dulu sempat paling tinggi Rp 70.000/kg. Sekarang normalnya segitu, nggak berubah lagi,” kata Candra pada detikFinance di Pasar Klender, Jakarta Timur, Sabtu (8/8/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Harga jengkol yang kerap dimasak sebagai semur ini, ternyata masih lebih mahal daripada harga daging ayam yang saat ini dibanderol seharga Rp 40.000/ekor. Satu ekor ayam seharga Rp 40.000 biasanya memiliki berat 1,3 Kg sampai 1,4 Kg.

Meski lebih mahal dari daging ayam, Candra menyebut pembeli masih banyak yang mencari jengkol, baik untuk dijual kembali maupun dikonsumsi. Naik turunnya harga jengkol bergantung pada periode musiman, bukan pasokan terbatas atau adanya peningkatan permintaan.

"Kalau yang beli saya nggak bisa pastikan setiap harinya habis berapa. Karena jengkol ini nggak pasti, kadang banyak ada yang borong, kadang nggak ada yang beli sama sekali. Jadi nggak bisa hitung setiap harinya bisa jual berapa. Yang pasti sih selalu ada yang beli,” imbuhnya.

Berbeda dengan jengkol, harga daging ayam masih belum turun pasca lebaran meskipun harganya masih di bawah jengkol. Sebelum lebaran, daging ayam dihargai Rp 30.000 sampai Rp 33.000 per ekor.

"Harga ayam bukan malah turun setelah Lebaran, ini malah naik. Ini naiknya habis Lebaran seminggu jadi Rp 40.000/ekor, kalau sebelum Lebaran kan masih antara Rp 30.000-33.000/ekor,” kata salah seorang pedagang Pasar Klender bernama Neni.

Tingginya harga ayam ini berimbas pada penurunan omset penjualannya.

"Susah sekarang jual ayam harga segitu. Kalau pas harga Rp 30.000-an bisa jualin 200 ayam sehari. Sekarang bisa jual 100 aja sudah beruntung sekali. Karena mahal, orang sekarang nggak beli banyak-banyak,” tuturnya.

Yang unik, harga ikan air tawar dan ikan laut dijual dengan harga stabil bahkan lebih murah daripada harga jengkol dan daging ayam.

Haji Marzuki, salah seorang pedagang ikan di pasar tersebut, mengatakan pasokan ikan yang melimpah di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) memicu harga ikan relatif stabil.

"Ikan masih sama, karena ikan di Muara Baru dan Muara Angke masih bagus. Makanya harganya juga belum naik, naik terakhir pas pertengahan puasa atau minggu kedua puasa," kata Marzuki.

Marzuki mencontohkan, harga Ikan Gurame saat ini masih dipatok seharga Rp 35.000/Kg, Ikan Bandeng Rp 30,000/Kg, dan Ikan Tongkol Rp 25.000/Kg.

"Kalau ikan stabil, Bandeng memang naik dari dulunya Rp 30.000/kg jadi Rp 35.000 pas sebelum Lebaran, sampai sekarang masih sama," ujarnya.

(feb/feb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads