Ketua Asosiasi Agribisnis Cabai Jawa Timur Sukoco menerangkan, distribusi cabai yang mencapai 5 tangan hingga sampai Jakarta tersebut, sudah terjadi sejak lama.
"Dari petani ke pengumpul, pengumpul ke tengkulak, kemudian ke bandar besar, pedagang pasar induk, sampai pengecer. Semua ambil untung 10%," jelasnya saat dihubungi detikFinance, Sabtu lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari petani, disortir, disimpan, dan diangkut hingga ke pengecer di Jakarta butuh waktu 5 hari, tentunya ada kerusakan 10%. Makanya di Surabaya atau Malang saja masih Rp 50.000/kg, wajar di Jakarta Rp 60.000/kg," katanya.
Tidak berhenti sampai di situ, para pedagang pun, lanjutnya, masih ada pedagang yang kerap yang mengambil margin di atas 10% dalam 5 rantai pasok tersebut.
"Jadi 10% sudah sewajarnya, karena sudah menutup ongkos transportasi dan kerusakan. Kadang ada pedagang yang ambil lebih," tutur Sukoco.
(dnl/dnl)











































