Ini 5 'Tangan' Rantai Distribusi Cabai dari Petani ke Pasar di Jakarta

Ini 5 'Tangan' Rantai Distribusi Cabai dari Petani ke Pasar di Jakarta

Muhammad Idris - detikFinance
Senin, 24 Agu 2015 07:36 WIB
Ini 5 Tangan Rantai Distribusi Cabai dari Petani ke Pasar di Jakarta
Jakarta - Panjangnya distribusi cabai rawit dari petani hingga pedagang pengecer mencapai 5 rantai pasok. Ini membuat harga cabai rawit membengkak hingga 50% lebih begitu sampai di pasar, terutama di Jakarta.

Ketua Asosiasi Agribisnis Cabai Jawa Timur Sukoco menerangkan, distribusi cabai yang mencapai 5 tangan hingga sampai Jakarta tersebut, sudah terjadi sejak lama.

"Dari petani ke pengumpul, pengumpul ke tengkulak, kemudian ke bandar besar, pedagang pasar induk, sampai pengecer. Semua ambil untung 10%," jelasnya saat dihubungi detikFinance, Sabtu lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sukoco mengungkapkan, panjangnya distribusi yang mencapai 5 rantai ini sudah tergolong sedikit. Dengan kondisi tersebut, sambungnya, margin 10% yang diambil setiap layer (tingkat) pedagang dianggap masih wajar, mengingat risiko susut dan kerusakan cabai selama masa pengiriman.

"Dari petani, disortir, disimpan, dan diangkut hingga ke pengecer di Jakarta butuh waktu 5 hari, tentunya ada kerusakan 10%. Makanya di Surabaya atau Malang saja masih Rp 50.000/kg, wajar di Jakarta Rp 60.000/kg," katanya.

Tidak berhenti sampai di situ, para pedagang pun, lanjutnya, masih ada pedagang yang kerap yang mengambil margin di atas 10% dalam 5 rantai pasok tersebut.

"Jadi 10% sudah sewajarnya, karena sudah menutup ongkos transportasi dan kerusakan. Kadang ada pedagang yang ambil lebih," tutur Sukoco.

(dnl/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads