Garap Banyak Proyek Termasuk Kereta Cepat, Wika Minta 'Suntikan' Rp 3 T

Garap Banyak Proyek Termasuk Kereta Cepat, Wika Minta 'Suntikan' Rp 3 T

Zulfi Suhendra - detikFinance
Kamis, 27 Agu 2015 18:38 WIB
Garap Banyak Proyek Termasuk Kereta Cepat, Wika Minta Suntikan Rp 3 T
Jakarta -

PT Wijaya Karya Tbk (Wika) dapat tugas membangun kereta cepat (High speed train) Jakarta-Bandung yang total investasinya senilai Rp 60 triliun. Untuk membangun proyek megah tersebut, Wika meminta suntikan modal tambahan senilai Rp 3 triliun.

Wika mendapatkan porsi saham sebesar 23% dalam konsorsium BUMN untuk menggarap proyek tersebut bersama investor yang kini masih dalam tahap pengkajian.

Direktur Utama PT Wijaya Karya Tbk Bintang Perbowo mengatakan, perseroan meminta dana penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp 3 triliun kepada pemerintah, yang salah satunya untuk mengeksekusi proyek tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

‎"PMN di 2016, untuk bangun kawasan industri Kuala Tanjung, kereta cepat Jakarta-Bandung, Tol Soreang-Pasir Koja, Tol Manado-Bitung, Tol Samarinda-Balikpapan dan sistem penyediaan air minum (SPAM) Jatiluhur 5.000 liter/detik," tutur Bintang kala Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI, di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2015).

Bintang mengatakan, kereta cepat Jakarta-Bandung membutuhkan investasi sebesar Rp 60 triliun, Wika rencananya memiliki 23% saham dalam proyek tersebut. ‎Sehingga investasi yang dibutuhkan Wika senilai Rp 13,8 triliun.

"Ekuitas 30% sebesar Rp 3,45 triliun, dan loan 70% sebesar Rp 10,35 triliun," papar Bintang.

Sementara untuk proyek lainnya, lanjut Bintang, PMN juga bakal disalurkan untuk pembangunan kawasan industri Kuala Tanjung dengan total investasi Rp 8 triliun.

Wika memiliki porsi 20%. Sehingga total investasi Rp 1,6 triliun yang terbagi dari modal perusahaan (ekuitas) Rp 480 miliar dan pinjaman perbankan sebesar Rp 1,12 triliun.

"Kemudian jalan Tol Soreang-Pasir Koja, total investasinya Rp 1,5 triliun, share Wika 25%. Investasi Rp 375 miliar, yang terbagi dari ekuitas Wika Rp 113 miliar dan Rpp 261 miliar itu loan," katanya.

Selain itu, Jalan Tol Manado Bitung dengan nilai investasi Rp 3,3 triliun dengan share Wika 20%. Sehingga investasi total Rp 660 miliar dengan dana ekuitas perusahaan Rp 19‎8 miliar dan pinjaman Rp 462 miliar.

Juga tol Samarinda Balikpapan, di mana Wika mendapatkan porsi 15% dari total investasi Rp 8,3 triliun. Sehingga total investasi Rp 1,25 triliun, dengan ekuitas perusahaan Rp 378 miliar dan pinjaman Rp 881 miliar.

Selanjutnya adalah sistem penyedaiaan air minum (SPAM) Jatiluhur 5.000 liter/detik, dengan total investasi Rp 2 triliun, di mana‎ saham Wika sebesar 14%, sehingga nilai investasinya Rp 280 miliar yang terdiri dari Rp 84 miliar dana perusahaan dan Rp 196 miliar miliar berasal dari pinjaman.

"Total kebutuhan dana investasi 2016 adalah sebesar Rp 83,1 triliun. PMN sebesar Rp 3 triliun akan digunakan untuk mempertahankan kepemilikan pemerintah ketika dilakukan right issue, diharapkan dana yang terhimpun melalui right issue adalah sebesar Rp 1,7 triliun," papar Bintang.

(zul/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads