Hal ini tak lekas memuaskan para anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang hadir dalam rapat kerja Komisi V dengan Kementerian PUPR hari ini, Rabu (2/9/2015).
Anggota Komisi V DPR, Muhammad Toha mengkritik, ada pekerjaan yang tidak perlu sengaja dilakukan Kementerian PUPR untuk mengejar serapan anggaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan, daripada melakukan pekerjaan yang tidak perlu, alangkah lebih baiknya dana tersebut bisa dialokasikan untuk melakukan pekerjaan infrastruktur lain yang lebih penting.
"Seperti Pantura (Jalur Pantai Utara) itu kalau tidak perlu ada pekerjaan ya nggak perlu diada-adakan, jangan dibuat-buat. Lebih baik perbaiki jalan lintas selatan itu yang jalannya masih rusak-rusak. Atau untuk jalan perbatasan di luar Pulau Jawa. Itu akan lebih berguna," tegas Toha.
Catatan Kementerian PUPR yang diterima detikFinance, hingga 2 September Kementerian telah berhasil merealisasikan serapan anggaran sebesar 32,74% atau Rp 38,9 triliun, setara dengan 35,62%.
Rinciannya, Ditjen Bina Marga Rp 19,6 triliun, Ditjen Sumber Daya Air Rp 11,2 triliun, Ditjen Cipta Karya Rp 6,2 triliun, dan Ditjen Penyediaan Perumahan Rp 1,05 triliun.
(dna/dnl)











































