Usulan ini masuk dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (R-APBN) tahun 2016. Direktur Utama Krakatau Steel Sukandar menjelaskan dana tersebut akan dipakai untuk menjalankan beberapa program.
Salah satunya untuk mendukung pembangunan pabrik baja baru. Pabrik diperlukan untuk menggenjot produksi dan meningkatkan efisiensi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan pabrik baru, kapasitas produksi baja pelat merah ini bisa loncat dari 2,4 juta ton jadi 3,9 juta ton per tahun.
"Produksi pertama keluar Oktober 2017. Di 2018 sudah bisa genjot produksi, output 3,9 juta ton," jelasnya.
Selain itu, dana segar akan dipakai membangun pembangkit listrik berkapasitas 1X150 megawatt (mw). Pembangkit ini diprediksi bisa beroperasi akhir 2018.
"Tujuannya bisa menurunkan harga listrik PLN dari 9 sen dolar per kWh jadi 6 sen dolar. Pengurangan luar biasa, dari 3 sen bisa hemat US$ 30 juta per tahun," tuturnya.
(feb/ang)











































