Konflik tak kunjung akhir, dan kemiskinan yang makin meluas, membuat banyak warga Suriah kabur dengan cara yang keras untuk meraih Eropa.
Para pemimpin di Eropa tengah dihadapi dilema, antara menerima pengungsi untuk memberantas krisis kemanusiaan, dengan ketakutan jumlah imigran yang banyak bakal menimbulkan pengangguran baru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari CNN, Jumat (18/9/2015), banyak miliuner dunia yang hidup miskin sebagai pengungsi.
Contoh saja George Soros. Pria ini mengungsi dari Hungaria pada 1947 setelah berhasil selamat dari penguasaan Nazi sepanjang Perang Dunia II. Soros kabur ke Inggris, sebelum akhirnya menetap di Amerika Serikat.
Soros saat ini menjadi salah satu orang terkaya di dunia, lewat bisnis investasi atau hedge fund yang dimulainya pada 1960an. Kekayaan Soros menurut Forbes mencapai US$ 24,2 miliar, atau sekitar Rp 338 triliun.

Pria berumur 84 tahun ini menjadi salah satu figur bisnis paling berpengaruh di negeri kanguru.

Saat kuliah di Stanford University, Sergey bertemu Larry Page dan mulai mendirikan Google. Jumlah harta Sergey saat ini diperkirakan mencapai US$ 35 miliar atau sekitar Rp 455 triliun.

Pada 2009, pria yang dropout dari kuliah ini mulai mengembangkan WhatsApp yang sekarang dipakai lebih dari 1 juta orang per hari. Bahkan tahun lalu, aplikasi ini dibeli oleh Facebook dengan nilai US$ 19 miliar.

(dnl/hen)











































