Saat blusukan melihat sistem Payment Point Online Bank (PPOB), seorang pekerja langsung menghampiri dan mengkritik Fachmi.
Lani, peserta BPJS Kesehatan berusia 71 tahun, dengan nada keras mengaku kecewa dengan layanan dan fasilitas BPJS Kesehatan yang dulu bernama Askes ini. Ia merada ada biaya pengobatan yang tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kekecewaan Lusi tidak berhenti sampai di situ. Ketika melakukan registrasi layanan, Lusi mengkau harus antre dari pagi. Bila datang terlambat, layanan berobat untuk pasien BPJS telah ditutup karena kuota sudah penuh.
"Antre setengah 6 pagi, sudah ada 300. Kalau datang 8.30, itu sudah tutup. Bayangin, nggak bisa langsung ketemu dokter. Waktu saya di Askes nggak kayak gini," ujarnya.
Menjawab kritik tersebut, Fachmi mencoba memberi penjelasan kepada Lusi. "Memang ada hal yang ditak dijamin. Itu ada di Perpres," jawab Fachmi.
(feb/ang)











































