"Secara nominal dampak kerugian. Ya kita rata-rata transaksi harian Rp 180 miliar, dikali fee-nya berapa. Belum lagi stakeholders, ada asuransi, multifinance, dan lain-lain," ujar Komisaris Utama RELI Anton Budidjaja dalam konferensi pers di kantornya, Menara Batavia, Jakarta, Rabu (11/11/2015).
Dia menjelaskan, tak hanya soal kerugian material, aksi suspensi ini membuat banyak nasabahnya menaruh tanda tanya besar atas apa yang terjadi dalam internal perusahaan. Ini tentu menggoyahkan tingkat kepercayaan para nasabahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk itu, Anton meminta pihak BEI untuk segera mencabut suspensinya agar bisa kembali melakukan perdagangan secara normal.
"Saya berani konfirm tidak ada transaksi soal SIAP. BEI menjanjikan akan secepatnya mencabut," imbuh Anton.
Sementara menurut Direktur Reliance Securities, Esterlita Widjaja, untuk setiap transaksi yang dilakukan di Reliance nasabah akan dikenakan fee 0,25% dari nilai transaksi, baik untuk jual maupun beli.
Sementara untuk transaksi jual, nasabah akan dikenakan tambahan kewajiban pembayaran pajak sebesar 0,1%. Dengan kehilangan transaksi harian Rp 180 miliar, Reliance juga kehilangan pemasukan Rp 450 juta per hari.
(drk/ang)










































