Posisi Utang Luar Negeri RI US$ 302 Miliar, Turun 0,6%

Posisi Utang Luar Negeri RI US$ 302 Miliar, Turun 0,6%

Hans Henricus BS Aron - detikFinance
Rabu, 18 Nov 2015 17:33 WIB
Posisi Utang Luar Negeri RI US$ 302 Miliar, Turun 0,6%
Jakarta - Hingga akhir triwulan III-2015, nilai utang luar negeri Indonesia gabungan pemerintah dan swasta mencapai US$ 302,4 miliar, turun 0,6% atau sekitar US$ 2,1 miliar dari posisi triwulan II-2015 sebesar US$ 304,5 miliar.

Dalam keterangan Bank Indonesia (BI), Rabu (18/11/2015), utang luar negeri sektor swasta turun US$ 1,7 miliar, terutama disebabkan oleh turunnya utang luar negeri bank.

Sementara itu, posisi utang luar negeri sektor publik turun US$ 0,4 miliar, terutama disebabkan oleh turunnya utang luar negeri pemerintah. Dengan penurunan tersebut, pangsa utang luar negeri sektor swasta tercatat 55,6% (US$ 168,2 miliar), lebih besar dari pangsa utang luar negeri sektor publik sebesar 44,4% (US$ 134,2 miliar). Selain itu, pertumbuhan utang luar negeri Indonesia pada triwulan III-2015 juga melambat dibandingkan triwulan II-2015, dari 6,2% (yoy) menjadi 2,7% (yoy).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan jangka waktu asal, posisi utang luar negeri Indonesia pada akhir triwulan III-2015 didominasi oleh utang luar negeri berjangka panjang yang mencapai 85,5% dari total utang luar negeri.

Utang luar negeri berjangka panjang tersebut sebagian besar berasal dari utang luar negeri sektor publik (50,8% dari total utang luar negeri jangka panjang), sementara utang luar negeri berjangka pendek didominasi oleh utang luar negeri sektor swasta (93,7% dari total utang luar negeri jangka pendek).

Pertumbuhan utang luar negeri berjangka panjang pada triwulan III-2015 (4,6% yoy), lebih rendah dibandingkan pertumbuhan triwulan II-2015 (8,3% yoy). Sementara itu, pertumbuhan utang luar negeri berjangka pendek mengalami kontraksi lebih dalam menjadi -7,2% (yoy), dari sebelumnya -4,4% (yoy).

Menurut sektor ekonomi, utang luar negeri swasta pada akhir triwulan III-2015 terutama terkonsentrasi di sektor keuangan, industri pengolahan, pertambangan, serta listrik, gas dan air bersih.

Pangsa utang luar negeri keempat sektor tersebut terhadap total utang luar negeri swasta mencapai 76,2%. Dibandingkan triwulan sebelumnya, pertumbuhan tahunan utang luar negeri sektor listrik, gas dan air bersih mengalami peningkatan, sementara pertumbuhan tahunan utang luar negeri sektor keuangan dan sektor industri pengolahan semakin melambat.

Di sisi lain, pertumbuhan tahunan utang luar negeri sektor pertambangan masih mengalami kontraksi, meskipun tidak sedalam kontraksi yang terjadi pada triwulan sebelumnya.

Menurut BI, perkembangan utang luar negeri pada triwulan III-2015 masih cukup sehat, namun perlu terus diwaspadai risikonya terhadap perekonomian. BI menyatakan akan terus memantau perkembangan utang luar negeri, khususnya utang luar negeri sektor swasta.

Hal ini dimaksudkan untuk memberikan keyakinan, utang luar negeri dapat berperan optimal dalam mendukung pembiayaan pembangunan tanpa menimbulkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas makroekonomi.

(dnl/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads