Ini Dia Pabrik Terbesar Kereta Cepat di Dunia

Ini Dia Pabrik Terbesar Kereta Cepat di Dunia

Lani Pujiastuti - detikFinance
Minggu, 06 Des 2015 14:42 WIB
Ini Dia Pabrik Terbesar Kereta Cepat di Dunia
Beijing -

Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin dalam kunjungannya ke China menyempatkan menyambangi pabrik kereta cepat (high speed railway/HSR) dan pusat riset industri kereta api Tiongkok, China Railway Rolling Stock Corporation (CRRC) Qingdao Sifang Co Ltd di Qingdao, China. Pabrik CRRC disebut-sebut pabrik terbesar kereta cepat di China.

Saleh Husin didampingi Deputi President CRRC Sifang Tian Xuehua, Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin I Gusti Putu Suryawirawan, dan Inspektur Jenderal Kemenperin Soerjono.

Menperin berkesempatan melihat proses produksi kereta peluru di perusahaan BUMN yang mempekerjakan 175.000 karyawan ini, Sabtu (5/12/2015) kemarin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

CRRC merupakan hasil merger dua produsen teknologi kereta cepat yaitu China CNR Corporation dan CSR Corporation Limited. Bisnis utama CRRC mencakup penelitian dan pengembangan, desain dan konsultasi, pembuatan, perbaikan, penjualan, sewa dan layanan teknis kereta api. CRRC juga menyediakan teknologi transit kereta perkotaan hingga suku cadang kereta.

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) China ini yang memproduksi kereta cepat atau kereta peluru ini terus mengembangkan teknologinya.

Baru-baru ini CRRC menggandeng perusahaan Jerman yaitu Gilat untuk menanamkan koneksi satelit pada pengoperasian kereta buatan CRRC di lebih dari 90 negara di seluruh dunia.

Bahkan CNN Money menyebutkan CRRC sebagai perusahaan pemasok kereta terbesar di dunia. CRRC menggandeng perusahaan di bidang penyedia teknologi satelit asal Jerman yaitu Gilat Satelite Network. Keduanya menyepakati kerja sama jangka panjang pada 19 November 2015 lalu.

Pengoperasian kereta peluru buatan CRRC seluruhnya akan menggunakan akses internet broadband on-the-move berbasis satelit yang terkoneksi antar negara. CRRC bisa memonitor lalu lintas pergerakan kereta peluru di seluruh dunia dari pusat operasi berbasis cloud (NOC).

"Kami memilih Gilat karena keunggulan teknologi di teknologi komunikasi satelit on-the-move, keahliannya terbukti secara internasional, dan pengakuan bahwa menjalankan beberapa jasa layanan satelitnya di China," kata Sun Yingcai, Wakil Presiden di CRRC dikutip dari CNN, Minggu (6/12/2015).

"Gilat menunjukkan pemahaman menyeluruh tentang kebutuhan kita (CRRC) dan kemampuannya terbukti memberikan jaringan mobilitas komunikasi satelit (satcom) pada skala global yang kita butuhkan," jelas Sun.

(hen/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads