Prediksi BI itu mengacu kepada turunnya tingkat suku bunga acuan menjadi 7%, dan turunnya setoran giro wajib minimum primer (GWM) dalam rupiah menjadi 6,5%. Menurut Deputi Gubernur BI, Perry Warjiyo, kebijakan baru dari BI itu bisa menggairahkan perekonomian Indonesia.
Kredit perbankan diharapkan tumbuh tinggi dengan turunnya BI Rate. Di sisi lain likuiditas perbankan juga akan terjaga dengan diturunkannya GWM.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, dengan kombinasi kebijakan baru ini, yaitu penurunan BI Rate dan GWM, maka imbasnya akan terasa dalam lebih cepat.
"Pertumbuhan kredit tanpa penurunan GWM akhir tahun diprediksi kurang lebih 12,5%. Kalau ditambah penurunan (GWM) bisa lebih tinggi menjadi 14%," ucapnya. (ang/dnl)











































