Wakil Ketua UP3KN Kementerian ESDM, Agung Wicaksono, menuturkan bahwa sebenarnya lelang sudah mencapai tahap akhir, tinggal tersisa 2 calon dan PLN tinggal menunjuk pemenang. Tiba-tiba PLN membatalkan lelang pengadaan.
"PLTU Jawa 5 itu dari dunia usaha menyampaikan keresahan, kenapa lelang sudah jalan sampai 2 calon terakhir, tinggal tunjuk pemenang, lalu kok dibatalkan lelangnya. Waktu ditanya alasannya, PLN hanya menjawab bahwa mereka punya kewenangan untuk membatalkan. Rasanya harus ada penjelasan ke publik," ujar Agung kepada detikFinance usai diskusi di Gado-Gado Boplo, Jakarta, Sabtu (14/5/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini lelangnya dilakukan dengan skema ekspansi, jadi yang boleh ikut hanya yang sudah berpengalaman membangun. Makanya nggak banyak yang ikut, hanya 5. Artinya dari segi kualitas harusnya sudah lebih terjamin," paparnya.
Pembangunan PLTU Jawa 5 sudah direncanakan sejak tahun 2014 saat PLN masih dipimpin oleh Nur Pamudji, dan sudah masuk dalam Rencana Umum Pembangkit Tenaga Listrik (RUPTL). Pembangkit yang kapasitasnya setara dengan PLTU Batang ini ditujukan untuk menghindarkan Pulau Jawa dari ancaman krisis listrik di 2019.
"Lelangnya ini sudah sejak tahun 2015. Bahkan keputusan proyek ini akan dibuat sudah dari era dirut PLN sebelumnya, sejak 2014. Ini dibuat karena kita khawatir Jawa krisis listrik, apalagi kalau PLTU Batang terhambat," ungkap Agung.
Harusnya PLTU Jawa 5 sudah mulai konstruksi akhir 2016. Dengan adanya pembatalan lelang, dipastikan pembangunannya terlambat.
"Biasanya begitu kontrak diberikan, kemudian PPA (Power Purchase Agrement) ditandatangan, maka paling lambat 6 bulan sudah harus financial closing, lalu konstruksi. Jadi harusnya bisa konstruksi tahun ini." ucapnya.
Keterlambatan pembangunan sudah pasti berdampak pada jadwal operasi. PLTU Jawa 5 direncanakan bisa mulai beroperasi penuh dan memasok listrik (Commercial Operation Date/COD) di 2019, tapi pasti molor. Ini semua tentu berefek pula pada proyek 35.000 MW.
"PLTU Jawa 5 ini ditargetkan bisa COD tahun 2019. Untuk PLTU sebesar itu, pembangunannya kira-kira 4 tahun. Harusnya 2016 sudah tanda tangan (kontrak), kalau lelang dibatalkan sudah pasti molor," tutupnya. (hns/hns)











































