"Karena saya ingin membangun momentum tax amnesty ini terus, kalau dilihat dari animo dan keinginan publik, karena menyangkut fundamental, target tax amnesty tidak kita revisi," ujar Sri Mulyani di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan, Jumat (5/8/2016).
Sri Mulyani mengatakan, pemerintah terus berupaya tambahan penerimaan sebesar Rp 165 triliun bisa tercapai. Selain itu, upaya mendorong tax amnesty bukan hanya dari sisi penerimaan saja, melainkan juga dari sisi basis pajak bisa diperluas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Bos MNC Group, Hary Tanoesoedibjo, mengatakan tambahan penerimaan negara dari tax amnesty memang banyak. Namun, jumlahnya tak akan mencapai Rp 165 triliun. Menurutnya, angka Rp 165 triliun itu ketinggian.
"Dana yang masuk akan lumayan banyak, tentunya yang masuk ke kas negara juga banyak. Tapi menurut saya tidak sampai Rp 165 T, itu angka yang terlalu besar," ujar Hary di Bursa Efek Indonesia, SCBD, Jakarta Selatan, Jumat (5/8/2016).
Walaupun tidak mencapai target, nantinya dana itu akan tetap bermanfaat untuk membangun. Menurut Hary, dana tax amnesty akan lebih banyak masuk pada periode pertama, dibandingkan periode kedua, dan ketiga karena harus membayar denda lebih mahal.
"Tax amnesty baik karena pengampunan pajak, dengan tax amnesty kita harus lihat bahwa penerimaan pajak yang reguler itu menurunnya banyak, tapi paling nggak dengan adanya tax amnesty akan bertambah ke kas negara dan bisa untuk membangun," kata Hary. (hns/dna)











































