Acara perpisahan berlangsung di Atrium James D. Wolfensohn, Kantor Pusat Bank Dunia di Washington DC, Amerika Serikat, Selasa sore (4/10/2016).
Dalam sambutannya, Sri Mulyani menyampaikan terima kasih kepada Bank Dunia yang selama ini mendukung dirinya sebagai Direktur Operasional. Acara perpisahan itu diwarnai oleh isak tangis dan tawa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terima kasih untuk acara perpisahan ini. Ada banyak orang di sini dan di kantor perwakilan negara yang layak mendapat ucapan terima kasih dari saya, yang kalau namanya saya sebutkan satu-persatu mungkin tidak akan selesai sampai jam 21.00 malam ini.
(Hadirin tertawa)
Saya akan gunakan kesempatan ini untuk berterima kasih kepada satu kelompok hebat, yaitu tim saya yang menakjubkan. Dari hari pertama saya masuk ke gedung ini, saya diberi buku briefing yang sangat tebal yang isinya banyak singkatan dan istilah-istilah, sampai terakhir kali mereka terus memberikan saya panduan untuk menjalankan misi saya, termasuk misi terakhir saya di G20 China dan Indonesia yang tidak bisa saya selesaikan karena saya menerima tawaran pekerjaan saya saat ini (menteri keuangan).
Saya merasa beruntung untuk bisa mendapat staf, asisten, dan penasihat terbaik selama bekerja di Bank Dunia. Mereka ini yang berhak saya beri ucapan terima kasih.
Saya masih tidak bisa menyangka saya harus meninggalkan mereka. Hari pertama di Jakarta, saya mencari-cari Avita yang biasa mengurus segala sesuatu tepat waktu, di mana dia, di mana?
Saya juga rindu para penasihat-penasihat saya, saya benar-benar rindu tim saya
(Sri Mulyani mulai terisak)
Ini semua sangat menakjubkan, saya tidak bisa berhenti mengucapkan terima kasih untuk mereka.
Saya harus segera menyelesaikan pidato ini supaya tidak keluar jalur karena saya mudah menangis.
Christine (Lagarde, Managing Director IMF), teman baik saya sejak lama, sejak pertama bertemu kita berdua satu-satunya menteri keuangan wanita di G20, sejak saat itu ikatan kita berdua semakin kuat.
Dia orang yang sangat loyal, ceria, menawan. Dia selalu membuat orang lain terpukau, itulah kenapa dia sangat mudah dapat tambahan anggaran dengan cepat.
(Hadirin tertawa)
Dia janji untuk melakukan hoola hoops tapi sampai sekarang belum, dia masih punya utang itu ke para pemangku kepentingan.
Bob (Robert Zoellick, mantan Presiden Bank Dunia), saya ingat sejak 2007 Anda yang selalu mendorong saya untuk berkarir di internasional. Waktu itu saya baru 3 tahun jadi menteri keuangan.
Kita bertemu, dia bilang, "Pernah terpikir untuk bergabung dengan Bank Dunia?"
Saya bilang, "Apa? Kamu sudah gila Bob, saya masih menjalankan reformasi di sini."
Tapi dia sangat bersikeras atas hal itu. Jika bukan karena kamu, Bob, saya tidak akan pernah berkarir di Bank Dunia. Terima kasih banyak sudah percaya kepada saya.
Dan tentu saja Jim (Yong Kim, Presiden Bank Dunia), bos saya dan partner in crime untuk 4 tahun terakhir, selamat atas terpilihnya untuk kedua kalinya
Saya merasa terharu hari ini. Terima kasih atas pernyataan dalam video ini dan saya baru sadar kalau Kyle (Peters, Interim Managing Director and Chief Operating Officer and Senior Vice President, Operations) ternyata aktor yang hebat.
(hadirin tertawa)
Saya berharap kita bisa lebih sering lagi belajar bernyanyi. Saya merasa membuat Anda kecewa karena mungkin sebenarnya kita bisa bernyanyi lebih, rooaaarrr (mengacungkan kepalan tangan)
(hadiri tertawa)
Baiklah, ini pertama kalinya saya ke datang Bank Dunia lagi setelah jadi Menteri Keuangan Juli lalu. Jujur saja pagi ini saat masuk ke gedung ini, saya merasa baru saja pulang menyelesaikan misi.
Sebenarnya saya juga masih punya utang ke Bank Dunia, karena waktu itu saya diberi misi tapi belum bisa diselesaikan sampai sekarang, sudah dua bulan misi itu berjalan, dan perasaan saya campur aduk antara sedih dan senang.
Kepergian saya ini mendadak dan sangat cepat sehingga saya tidak sempat mengucapkan selamat tinggal secara layak. Maka dari itu saya minta maaf atas semua proses yang sangat cepat ini.
Karena saya tahu di institusi ini banyak orang yang saya kagumi yang punya hasrat dan berkomitmen untuk membuat dunia lebih baik. Saya mendapat pengalaman yang menarik saat berinteraksi dengan mereka, terutama saat berbagi soal menjalankan misi dan melayani orang lain.
Maka dari itu saya ucapkan terima kasih telah menjadi teman saya. (ang/hns)










































