Bangun Kampung Kargo, AP II Siapkan Rp 2,5 Triliun

Bangun Kampung Kargo, AP II Siapkan Rp 2,5 Triliun

Yulida Medistiara - detikFinance
Minggu, 01 Jan 2017 18:33 WIB
Bangun Kampung Kargo, AP II Siapkan Rp 2,5 Triliun
Foto: Dikhy Sasra
Jakarta - Anak usaha PT Angkasa Pura II, PT Angkasa Pura Kargo akan membuat proyek cargo village atau kampung kargo di Bandara Soekarno Hatta. Kampung kargo tersebut akan dibangun di lahan seluas 90 hektar dengan total nilai investasi Rp 2,5 triliun.

Rencananya dalam cargo village tersebut terdiri dari terminal kargo yang dapat menjadi hub internasional dan gudang atau Pusat Logistik Berikat. Bangunan terminal kargonya nantinya akan terbagi dua yaitu untuk domestik dan internasional seluas 162.000 m2 dari luas lahan 90 hektar.

Nantinya, kampung kargo atau cargo village ini akan dibangun di area Bandara Soekarno-Hatta. Tepatnya di dekat area Perkantoran Gedung Garuda City Center.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

AP II berencana meningkatkan kapasitas terminal kargo dari yang telah ada saat ini berkapasitas 780 ribu ton untuk tonase kargo menjadi 1,5 juta ton untuk tonase kargo. Luas lahan pun akan meningkat dari sebelumnya 30 hektar menjadi 90 hektar.

AP II sendiri berencana membuka peluang untuk tender pembuatan operator terminal kargo pada Februari 2017 yang tak menutup kemungkinan dibuka untuk asing.

Sementara untuk pembuatan infrastrukturnya dibuka sepenuhnya untuk investor lokal. Diperkirakan untuk membuat kawasan kampung kargo ini membutuhkan dana Rp 2,3-2,5 triliun dari belanja modal atau capital expenditure (capex) AP II tahun 2017 senilai Rp 9,2 triliun.

"Sekitar Rp 2,3-2,5 triliun dari self financing, capex sendiri senilai Rp 9,2 triliun," ujar Direktur Utama AP II, Muhammad Awaluddin, kepada detikFinance, Minggu (1/1/2017).

Dana tersebut dialokasikan untuk membangun sejumlah fasilitas di atas lahan seluas 90 hektar di komplek Bandara Soekarno Hatta. Beberapa fasilitas yang akan dibangun misalnya tempat parkir pesawat atau apron, perkantoran, parkir mobil dan truk serta fasilitas sosial lainnya.

"Rp 2,3 triliun karena akan ditambah juga office building, commercial building, forwarder building, regulated agent, power house, fasilitas umum seperti masjid, serta infrastruktur penunjang dan fasilitas/utilitas di cargo village. Jadi dari Rp 2,3 triliun sampai sekitar Rp 2,5 triliun untuk biaya total keseluruhannya," ujarnya.

Fasilitas ini dibangun dengan tujuan mempersiapkan Bandara Soetta sebagai pusat distribusi atau hub kargo antar negara khususnya di kawasan Asia.

Selama ini, hub kargo melalui jalur udara masih didominasi oleh negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. Lahan seluas 90 hektar itu pun tidak ada kendala lagi karena merupakan lahan milik AP II. (drk/drk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads