Uni Eropa Ingin Bantu Siswa SMK RI Mudah Cari Kerja

Uni Eropa Ingin Bantu Siswa SMK RI Mudah Cari Kerja

Muhammad Idris - detikFinance
Selasa, 14 Feb 2017 18:07 WIB
Uni Eropa Ingin Bantu Siswa SMK RI Mudah Cari Kerja
Foto: Muhammad Idris/detikFinance
Jakarta - Salah satu kunci keberhasilan penyediaan tenaga kerja terampil di negara-negara Uni Eropa yakni keberadaan sekolah menengah vokasi atau kejuruan. Hal inilah yang ingin diterapkan pemerintah mencetak tenaga terampil di Indonesia.

Duta Besar (Dubes) Uni Eropa untuk Indonesia, Vincent Guerend, mengatakan kerja sama pengembangan sekolah-sekolah vokasi masuk dalam kerja sama bilateral Uni Eropa dan Indonesia di Indonesia-European Union Comprehensive Economic Patnership Agreement (IEU-CEPA).

"Lihat negosiasi soal pembukaan pasar tenaga kerja. Juga prospek dan kerja sama, dan poin terakhir bahas tantangan tenaga kerja ke depan, pendidikan vokasi, dan kemauan kita berbagi pengalaman pendidikan vokasi di Indonesia," ucap Vincent ditemui di Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Selasa (14/2/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, banyak negara-negara Eropa memiliki model sekolah vokasi terbaik, yakni mencetak tenaga kerja terampil oleh sekolah vokasi yang dikerjasamakan dengan pelaku industri.

"Beberapa negara Eropa memiliki pengalaman bagus di sekolah vokasi dan pelatihan, kita sudah ngomong ke Kadin dan Kementerian Ketenagakerjaan, bagaimana Indonesia bisa membuat sekolah vokasi selevel dengan kita, atau sesuai kebutuhan Indonesia, dari sekolah dasar sampai menengah, untuk memudahkan mereka bisa mencari kerja," ujar Vincent.

Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dakiri, menyebut pengembangan sekolah vokasi seperti SMK memang jadi salah prioritas di pemerintahan Presiden Joko Widodo.

"Kita tahu negara-negara Eropa punya expertise bagus di dalam penyelenggaraan vokasi, dan dorong industri ke vokasi itu mulai dari masalah pendanaan dan segala macam, mereka sampaikan keinginan kerjasama, dan tentu kita sambut baik tentunya, karena sesuai arahan Pak Presiden salah satu terobosan genjot pelatihan kerja," pungkas Hanif. (idr/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads