Demikian disampaikan oleh Kepala BPS Kecuk Suhariyanto dalam jumpa pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta Pusat, Kamis (16/2/2017).
"Januari 2017 ekspor US$ 13,38 miliar dan impor US$ 11,99 miliar. Sehingga di Januari ini terjadi surplus US$ 1,40 miliar," kata Suhariyanto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ekspor US$ 13,38 miliar tercatat naik cukup signifikan sebesar 27,71% dibandingkan Januari 2016. Kenaikan ekspor disebabkan karena tren kenaikan harga komoditas sejak akhir tahun lalu.
Dibandingkan bulan sebelumnya, ekspor turun 3,21%. Di mana untuk migas naik 1,72% dari US$ 1,25 miliar menjadi US$ 1,27 miliar dan non migas turun 3,70% dari US$ 12,58 miliar menjadi US$ 12,11 miliar.
Suhariyanto menambahkan komposisi ekspor non migas mencapai lebih dari 90% atau mayoritas didominasi oleh barang industri pengolahan sebesar 73,73% disusul sektor tambang, migas, dan pertanian.
Kelompok ekspor non migas terbesar pada Januari 2017 adalah pada lemak dan minyak hewan US$ 2,19 miliar dan bahan bakar mineral US$ 1,68 miliar.
Pangsa ekspor non migas ada sedikit pergeseran negara tujuan, pertama ditempati China, Amerika Serikat (AS), dan India.
"Biasanya ekspor nonmigas kita posisi pertama di tempati AS, Tiongkok, dan Jepang. Sekarang bergeser, pertama Tiongkok 12,80%, AS 11,77%, dan yang menggeser Jepang adalah India 10,89% nilai ekspornya US$ 1,32 miliar," kata Suhariyanto.
Dari segi daerah, ekspor disumbangkan paling besar dari Jawa Barat 17,16% dan komoditas ekspor tertinggi yang diekspor adalah mesin printer dan barang dari karet, kedua diduduki Riau 11,56% dengan komoditas CPO, dan ketiga Kalimantan Timur 11,08% dengan komoditas batu bara dan CPO.
Pangsa Pasar Ekspor
- China US$ 1,55 miliar
- Amerika Serikat US$ 1,43 miliar
- India US$ 1,32 miliar
Impor
Sedangkan nilai impor pada Januari 2017 mencapai US$ 11,99 miliar atau naik 14,54% dari periode yang yang sama di tahun sebelumnya yang sebesar US$ 10,47 miliar.
Dibandingkan Desember 2016 maka impor turun 6,21%. Hal tersebut disebabkan oleh turunnya nilai impor non migas US$ 899,8 juta atau turun 8,12% walaupun impor migas naik US$ 106,3 juta atau 6,25%.
Impor non migas terbesar adalah kelompok impor mesin dan pesawat mekanik sebesar US$ 1,74 miliar dan mesin peralatan listrik US$ 1,36 miliar.
Pangsa Pasar Impor
- China US$ 2,92 miliar
- Jepang US$ 1,03 miliar
- Thailand US$ 0,65 miliar
(mkj/mkj)











































