Kunjungan kerja ini akan dilakukan pada akhir Februari nanti. Menko Perekonomian, Darmin Nasution, mengatakan kunjungan kerja ke Iran ini akan menindak lanjuti kunjungan proyek kerja sama energi dengan Iran.
"Membahas melanjutkan kunjungan yang dulu karena ada hal-hal yang dibicarakan ada Pertamina punya proyek di sana, ada kerja sama PLN dengan industrinya dia," ujar Darmin, di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (16/2/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita mau membicarakan impor gas. Kita mau hitung-hitungan berapa harganya," kata Darmin.
Meski begitu, Darmin belum dapat menjawab apakah nanti akan diberikan ke kawasan industri atau hanya 7 industri prioritas.
Sementara itu, Direktur Jenderal Minyak dan Bumi (Dirjen Migas), Kementerian ESDM, I Gusti Nyoman Wiratmaja Puja, mengatakan nantinya juga akan meminta Iran melakukan investasi membangun kilang di Indonesia, serta membahas rencana impor minyak mentah (crude oil) dari Iran.
"Kita akan mengundang mereka untuk invest di sini terus suplai crude-nya juga, terus investasi bangun kilang," terang pria yang akrab disapa Wirat itu.
Dia mengatakan, Indonesia mengincar impor gas untuk Industri dari Iran karena sebelumnya saat impor LNG mendapatkan diskon harga. Dia berharap dengan adanya impor gas industri ini akan mendapatkan diskon harga lagi.
"Potensinya bagus mereka kan produksinya banyak sekali. Mereka juga butuh pasar kita juga butuh suplai crude jangka panjang dengan harga yang relatif lebih murah. Mereka memberikan LPG kemarin dia berikan diskon yang lumayan menarik semoga crude juga nanti crude dapat diskon juga, sekalian minta dia investasi," ujarnya. (hns/hns)











































