"Target kita minimal 4 juta ton dalam waktu 6 bulan. Itu adalah isi dari Perpres arahan Presiden," kata Mentan Amran, di kantornya, Jakarta Selatan, Kamis (23/2/2017).
Hadir pada rapat ini, Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono, Direktur Utama Bulog Djarot Kusamayakti, Dirut PT SHS Syaeful Bahri, Dirut PT Pertani, Wahyu dan kepala dinas pertanian provinsi se-Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Amran menuturkan untuk mencapai target tersebut, Kementan menargetkan serap gabah petani pada periode Maret hingga Agustus 2017 sebanyak 8,6 juta ton atau 5,46 juta ton setara beras.
Untuk mempercepat serapan gabah ini ia akan meningkatkan kerja Tim Serap Gabah Petani (TIM SERGAB) untuk menyerap gabah petani. Nantinya Bulog akan menyerap kadar air gabah hingga 25% seharga Rp 3.700/kg.
"Kadar air 25% Gabah Kering Panen (GKP) tetap dibeli dengan harga Rp 3.700/kg dan fleksibilitas pembelian gabah hingga 20% di atas harga pembelian pemerintah (HPP) GKP Rp 3.700/kg," ungkapnya.
Selain itu, Kementan juga bermitra dengan swasta untuk menggunakan dryer atau pengering gabah dan pergudangan jika ada yang kurang.
Amran menyebut dalam upaya percepatan serapan gabah ini, Kementan pun akan mengoptimalkan kerjasama dengan 187.000 unit penggilingan, mengoptimalkan 50.000 Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) bersama Babinsa/TNI untuk SERGAB.
Ia menargetkan serapan gabah 4 juta ton setara beras, dapat diserap 70% hingga 3 bulan ke depan. Nantinya penyerapan gabah ini akan dilaporkan setiap hari oleh kepala divisi regional (divre) dan subdivre Bulog disusun dan dievaluasi capaiannya setiap hari.
"Kemudian, Kementan akan terus melakukan evaluasi kinerja SERGAB mingguan bagi Kasubdirve Bulog, bulanan bagi Kadivre Bulog dan tiga bulanan bagi direksi Bulog," pintanya.
Pada kesempatan yang sama, Panglima TNI Gatot Nurmatyo mengatakan TNI akan mengawal pembelian gabah pada tingkat petani seharga Rp. 3700.
"Kasihan petani yang telah bersusah payah menanam kalau harga yang diterima Rp 2.800. Saya minta Kodim agar membeli gabah langsung dari petani dan bila perlu di simpan di Kodim kalau enggak ada tempat penampungan lagi", kata Gatot.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Mulyono menegaskan bahwa TNI berkomitmen penuh untuk terus melakukan pendampingan dan pengawalan program swasembada pangan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
TNI akan menindak dengan tegas pihak-pihak yang bermain-main dalam pengadaan pupuk dan benih.
"Kami sebagai TNI hanya mendampingi terkait swasembada pangan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. TNI akan senantiasa mendampingi, mengawasi makanya kalau ada yang bermain-main dengan pengadaan pupuk, benih kami tangkap. Komitmen TNI tetap melakukan pendampingan dan pengawalan. Kita kawal dan awasi bersama-sama," kata Mulyono. (hns/hns)











































