Harga Semen di Papua Masih Jadi PR Jokowi

Laporan dari Sydney

Harga Semen di Papua Masih Jadi PR Jokowi

Ray Jordan - detikFinance
Minggu, 26 Feb 2017 19:06 WIB
Harga Semen di Papua Masih Jadi PR Jokowi
Foto: Reuters
Sydney - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui pemerintah sampai saat ini belum juga sanggup merealisasikan semen satu harga. Diungkapkannya, masih terjadi disparitas harga semen yang luar biasa tinggi di Pulau Jawa dan pedalaman Papua. Pekerjaan rumah (PR) tersebut harus segera diselesaikan.

"Saya cek di Papua yang belum berhasil semen, semen di Jawa harganya Rp 70.000/sak, di Papua seperti Wamena, di atas Puncak Jaya dan sekitarnya harganya berapa? Rp 800.000/sak," ujar Jokowi di depan ribuan WNI yang memenuhi ICC Sydney, Australia, Minggu (26/2/2017).

"Jangan oh dulu, di atas Wamena ada lagi yang Rp 2,5 juta/sak," lanjutnya lagi menanggapi keheranan ribuan peserta yang hadir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menuturkan, program semen satu harga ini tak bisa dilakukan semudah program serupa, yakni BBM satu harga. Kendati sulit, Jokowi masih percaya harga bahan bangunan itu akan turun dengan sejumlah terobosan.

"Tidak semudah itu, tapi kalau kita enggak punya niat bagiamana selesaikan lagi, kasih saya waktu, nanti akan ketemu solusinya. Rp 70.000/sak di sana (Jawa). Rp 2,5 juta/sak (di pedalaman Papua) coba, itu persoalan harga, kalau bisa, kelau belum bisa ya jangan," ungkap Jokowi.

Sebelumnya, Jokowi menyebut program BBM satu harga sudah mulai berjalan. Untuk menurunkan harga BBM di pegunungan-pegunungan Papua, dilakukan dengan menggunakan pesawat-pesawat yang dimodifikasi khusus mengangkut minyak.

"Masa seperti ini kita terus-teruskan, kuncinya beli pesawat, khusus untuk BBM. Saya ingin di Papua sama dengan di Jawa," pungkasnya. (idr/mkj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads