Seperti semen, Presiden Joko Widodo selalu memerintahkan jajaran menteri kabinet kerja untuk menurunkan perbedaan harga yang begitu jauh.
Salah satu caranya adalah mempercepat pembangunan jalan Trans Papua sepanjang 4.330 km yang menyambungkan Kota Sorong di Provinsi Papua Barat hingga Merauke di Provinsi Papua.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini juga yang membuat ketimpangan harga bahan pokok, seperti semen mengalami penurunan yang drastis. Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional 17 Papua Barat Ditjen Bina Marga Yohanis Tulak mengatakan, harga semen di Ayawasi sudah Rp 120 ribu per kg dari yang sebelumnya Rp 250 ribu per kg untuk ukuran 40 kg.
"Harga semen sampai 2010 itu Rp 250 ribu per kg, ketika sudah ada jalan harga 2016 itu Rp 120 ribu per sak ukuran 40 kg," kata Tulak ketika dihubungi detikFinance, Jakarta, Senin (27/2/2017).
Baca juga: Harga Semen di Papua Masih Jadi PR Jokowi
Tulak menyebutkan, tingginya harga semen terjadi pada 2010 yang mana belum tersambungnya jalan dari Sorong hingga Manokwari yang tentunya melewati Ayawasi.
Sebelum tersambung, lanjut Tulak, distribusi semen menggunakan kendaraan hanya dapat dilakukan sampai Kabupaten Maybrat atau beberapa km menuju Ayawasi.
"Dari titik km 240 itu dulu dipikul sampai ke Ayawasi, sehingga harganya Rp 250 ribu per sak ukuran 40 kg," jelasnya.
Baca juga: Sebelum Ada Trans Papua, ke Kota Cuma Bisa Naik Pesawat atau Kapal
Selain harga semen, Tulak memastikan, tarif angkutan seperti bus sudah bisa dijangkau oleh masyarakat dengan harga Rp 150 ribu dengan waktu tempuh 7-8 jam dari Kota Sorong ke Ayawasi. Sedangkan untuk mobil rental dihargai Rp 300 ribu per orang dengan waktu tempuh 6-7 jam.
"Kalau naik pesawat dari sorong ke Ayawasi 45-1 jam itu tarifnya Rp 400-Rp 500 ribu per orang, pokoknya biaya pesawat itu, jadi memang lebih cepat tapi tidak continue," tutupnya. (mkj/mkj)











































