Adik Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe itu datang sekira pukul 11.40 WIB untuk bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan. Pertemuan tersebut berlangsung 40 menit, hingga pukul 12.20 WIB.
Usai pertemuan, Nobuo menjelaskan ada banyak hal yang dibicarakan dengannya bersama Luhut, salah satunya ialah yang terkait dengan kondisi di lautan bebas dan terbuka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nobuo mengatakan, Indonesia dan Jepang memiliki potensi yang baik untuk bisa meningkatkan kerja sama, khususnya di sektor kelautan.
"Jepang dengan Indonesia merupakan negara kepulauan yang terbuka terhadap laut dan juga terjalin satu sama lain melalui laut. Oleh karena itu Jepang dan Indonesia memiliki potensi banyak untuk meningkatkan kerja sama," kata dia.
Lebih lanjut Nobuo menambahkan, dalam pertemuan tersebut, ia bersama Luhut juga sempat membahas proyek Pelabuhan Patimban dan Kereta Cepat Jakarta-Surabaya. Karena, Jepang sendiri ikut ambil bagian dalam dua proyek tersebut.
"Memang di antara beberapa topik yang dibahas ada yang terkait Patimban dan kereta Jakarta-Surabaya dan hasilnya memang membangunkan diskusinya," kata dia.
Kedatangannya ke Indonesia sendiri, diakui Nobuo, ialah untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Pertemuan Dewan Menteri Indian Ocean Rim Association (IORA) 2017, yang digelar di Jakarta, pada 5-6 Maret 2017.
"Saya kali ini berkunjung ke Indonesia untuk menghadiri konferensi IORA," tuturnya. (ang/ang)











































