Ide Proyek Tanggul Raksasa Sudah Ada Sejak Zaman Pak Harto

Ide Proyek Tanggul Raksasa Sudah Ada Sejak Zaman Pak Harto

Maikel Jefriando - detikFinance
Kamis, 09 Mar 2017 12:34 WIB
Foto: Dok. NCICD
Jakarta - Proyek tanggul raksasa atau giant sea wall akhirnya kembali dilanjutkan. Proyek ini dilanjutkan karena dianggap sebagai opsi terbaik untuk mencegah Jakarta Utara tenggelam di 2050.

Bila dirunut ke belakang, ternyata proyek tersebut sudah direncanakan sejak 23 tahun yang lalu, yakni tahun 1994 era Presiden Soeharto dengan Gubernur DKI Jakarta Soerjadi Soedirdja.

Hal ini disampaikan oleh Chairul Tanjung yang sebelumnya menjabat sebagai Menko Perekonomian pada pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, seperti yang dikutip detikFinance, Kamis (9/3/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun rencana pembangunan tanggul menguap seiring dengan kondisi stabilitas politik dan ekonomi yang terganggu di beberapa tahun setelahnya.

Ide tersebut kembali muncul ketika Fauzi Bowo menjadi Gubernur DKI Jakarta. Akan tetapi juga belum sampai ada tindak lanjut yang berarti.

Baru pada Oktober 2014, ada sedikit titik terang. Proyek tanggul raksasa masuk dalam konsep National Capital Integrated Coastal Development (NCICD)/Pengembangan Terpadu Pesisir Ibukota Negara (PTPIN). Pria yang akrab disapa CT itu melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking).

Sayangnya, berganti pemerintah ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) proyek itu dikaji ulang. Butuh lebih dari dua tahun hingga kemudian diputuskan bahwa proyek dilanjutkan kembali pada tahun ini.

"Ya pokoknya tahun ini harus dimulai pembangunan 20 km tanggul pantai, untuk selamatkan Jakarta dari banjir rob," ungkap Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, di Komplek Istana Kepresidenan. (mkj/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads