Bila dirunut ke belakang, ternyata proyek tersebut sudah direncanakan sejak 23 tahun yang lalu, yakni tahun 1994 era Presiden Soeharto dengan Gubernur DKI Jakarta Soerjadi Soedirdja.
Hal ini disampaikan oleh Chairul Tanjung yang sebelumnya menjabat sebagai Menko Perekonomian pada pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, seperti yang dikutip detikFinance, Kamis (9/3/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ide tersebut kembali muncul ketika Fauzi Bowo menjadi Gubernur DKI Jakarta. Akan tetapi juga belum sampai ada tindak lanjut yang berarti.
Baru pada Oktober 2014, ada sedikit titik terang. Proyek tanggul raksasa masuk dalam konsep National Capital Integrated Coastal Development (NCICD)/Pengembangan Terpadu Pesisir Ibukota Negara (PTPIN). Pria yang akrab disapa CT itu melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking).
Sayangnya, berganti pemerintah ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) proyek itu dikaji ulang. Butuh lebih dari dua tahun hingga kemudian diputuskan bahwa proyek dilanjutkan kembali pada tahun ini.
"Ya pokoknya tahun ini harus dimulai pembangunan 20 km tanggul pantai, untuk selamatkan Jakarta dari banjir rob," ungkap Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, di Komplek Istana Kepresidenan. (mkj/hns)











































