Saat ini keempat flyover tersebut telah mencapai progres fisik secara keseluruhan rata-rata 87%.
Praktis hanya flyover Kretek yang diperkirakan bakal dibuka lebih lambat, yakni H-5 Lebaran. Flyover Kretek saat ini baru mencapai progres 77,41%, sementara flyover Dermoleng telah mencapai progres 90,27%, flyover Klonengan 95,37%, dan flyover Kesambi 85%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun bangunan flyover yang bakal dibuka pada H-10 nanti akan selesai dengan struktur lapis aspal dengan rambu dan marka. Sementara khusus untuk flyover Kretek bakal selesai hingga plat lantai beton, dengan rambu, marka dan dengan menggunakan jembatan bailey.
Jembatan bailey adalah jembatan rangka baja ringan berkualitas tinggi, yang mudah dipindah-pindah, dan biasanya digunakan dalam menunjang pembangunan di pelosok daerah yang sulit dijangkau dan juga sangat cepat pemasangannya untuk membantu daerah-daerah rawan bencana alam."Jadi nanti di sana ada jembatan Bailey. Tapi semua peralatan, perbaikan, akan dihentikan pada H-10 pada jam 00.00 WIB," tandasnya.
Dengan difungsikannya flyover ini, diharapkan menjadi jawaban atas masalah kemacetan yang kerap terjadi pada saat arus mudik. Apalagi, di ruas jalan nasional tersebut ada perlintasan kereta api.
Oleh sebab itu, perlu jalan keluar berupa jalan layang agar tidak ada waktu yang tersita ketika kereta api melintas. (dna/dna)











































