Kenaikan suku bunga acuan disinyalir masih akan terjadi pada tahun ini, meski data ekonomi memperlihatkan sejumlah kelemahan.
Gubernur The Fed, Janet Yellen, mengatakan kenaikan suku bunga acuan diambil karena adanya progres perbaikan ekonomi pada negara dengan perekonomian terbesar di dunia tersebut. Menurut Yellen, lapangan kerja terus bertambah dengan solid.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami memiliki pasar tenaga kerja yang kuat, angka pengangguran menurun ke tingkat yang tidak pernah terlihat sejak 2001. Dan pasar tenaga kerja ini terus menguat," tambah Yellen.
The Fed memprediksi laju inflasi bakal terus naik. Meski akan dipertahankan di bawah 2%.
"Ini kenaikan suku bunga ketiga kalinya dalam 7 bulan. Keputusan ini datang setelah munculnya angka ekonomi kuartal satu yang tidak bagus. Kami perkirakan The Fed tidak mau terlalu bergantung pada data dalam memutuskan kebijakannya," kata Kepala Ekonom dari Fitch Ratings, Brian Coulton. (wdl/wdl)











































