Daya Beli Rendah, Ekonomi RI Tertolong Investasi di Kuartal II-2017

Daya Beli Rendah, Ekonomi RI Tertolong Investasi di Kuartal II-2017

Hendra Kusuma - detikFinance
Senin, 07 Agu 2017 20:28 WIB
Daya Beli Rendah, Ekonomi RI Tertolong Investasi di Kuartal II-2017
Foto: Hasan Alhabshy
Jakarta - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai, data pertumbuhan ekonomi yang sebesar 5,01% ditopang oleh investasi yang tumbuh tinggi sehingga mengkompensasi beberapa hal yang dianggap kurang maksimal, sepeerti konsumsi rumah tangga.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bidang Moneter, Fiskal, dan Publik, Raden Pardede saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Senin (7/8/2017).

"Dengan 5,01%, saya pikir cukup bagus, data yang sementara lalu ritel waktu konsumsi agak melemah, kalau BPS hari ini menunjukan investasi naik cukup tajam, mungkin di infrastruktur, kalau konsumsi melemah itu bisa terkompensasi. Data manufaktur menurun, jasa servis itu naik, jadi terkompensasi," kata Raden.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Konsumsi rumah tangga tumbuh 4,95% dan ekspor hanya tumbuh 3,36%. Sementara investasi yang tergambar dari Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 5,35%.

Daya Beli Rendah, Ekonomi RI Tertolong Investasi di Kuartal II-2017Foto: Dok. BPS

Meski pertumbuhan investasi tinggi dan mampu mengkompensasi sektor lainnya, Raden meminta pemerintah tetap waspada terkait dengan hal tersebut. Sebab, investasi tinggi yang tidak diikuti dengan konsumsi juga menjadi tidak baik.

"Karena ini (ekonomi) sudah lebih baik dari yang perikirakan, pemerintah harus tetap hati-hati jangan sampai konvensional tidak menciptakan lapangan kerja," tambah dia.

Yang dimaksud konvensional adalah pelaku usaha yang selama ini ada, seperti pedagang kaki lima, pasar tradisional, hingga pusat perbelanjaan. Diwaspadai lantaran sudah bermunculan para pelaku e-commerce yang belum diketehui terkait dengan potensi penciptaan lapangan kerja.

"Sektor modern belum bisa menciptakan lapangan kerja, kalau terjadi perpindahan dari sektor konvensional ke online ini ada implikasi penciptaan lapangan kerja agak melambat, ini sudah menggambarkan pengubahan struktur ekonomi, jasa perdagangan sudah berpindah sekarang," ungkap dia.


Kendati demikian, Raden tetap optimis bahwa ekonomi nasional sepanjang 2017 sesuai target yang telah ditetapkan dalam APBN, yakni sebesar 5,2% dengan beberapa catatan.

"Harapan saya itu bisa dicapai kalau kepercayaan konsumen ini terjaga, misalnya belanja desa, pemerintah ada percepatan, belanja desa kalau boleh dipakai infrastruktur yang bisa memperkerjakan orang dengan cepat, sehingga dia mendapat penghasilan dan bisa dibelanjakan," tukas dia. (mkj/mkj)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads