"Untuk pemikiran mengenai utang, pengelolaan utang di RI dilakukan secara hati-hati, dan kita akan terus melakukan supaya Indonesia tetap menjaga tingkat yang bisa terus dipenuhi dari sisi kewajiban dan pada saat yang sama menggunakan utang seproduktif mungkin," kata Sri Mulyani di Kantor Ditjen Pajak, Jakarta, Jumat (10/8/2017).
Pemerintah, kata Sri Mulyani, akan terus berupaya agar jumlah utang pemerintah yang ribuan triliun bisa berkurang. Meskipun, belum lama ini ada usulan atau ide-ide terkait dengan cara menurunkan risiko utang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, Sri Mulyani mengungkapkan, dalam mengelola utang juga perlu mencermati beban bunga, cicilan, jatuh tempo dengan baik.
"Tidak akan membuat Indonesia dianggap negara yang berisiko tinggi dan menciptakan beban lebih besar lagi di dalam utang kita. Selama ini kalau kita membuat APBN dibahas secara detil oleh dewan, dan menggunakan rambu-rambu UU yang ada, dan apa yang sudah dilakukan di RI untuk pengelolaan utang adalah merupakan pengelolaan yang sangat baik sehingga bisa menimbulkan kepercayaan kepada seluruh stakeholder kita," tutup dia. (mkj/mkj)










































