Sugiharto, salah seorang pedagang sapi di Jalan Pramuka, Jakarta Pusat, mengatakan pembeli perlu cermat dalam memilih sapi. Pria asal Magelang yang sudah puluhan tahun berdagang sapi ini berbagi tips memilih sapi yang sehat dan aman dikonsumsi.
"Kalau mau pilih sapi yang sehat, pilih yang matanya jelas dan bersinar cerah. Terus cara makannya coba perhatikan, kalau dia sehat, makannya dia lahap," jelas Sugiharto kepada detikFinance, Minggu (13/8/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pilih sapi yang kalau berdiri posturnya tegak, itu tandanya pertumbuhannya bagus. Bulunya juga bagus, terus giginya itu enggak rusak atau putus-putus," ujar Sugiharto.
Kesehatan sapi juga bisa dilihat dari kotorannya. Dimana sapi yang sehat akan mengeluarkan kotoran yang padat, sementara sapi yang kurang sehat feses-nya berbentuk cair karena mencret.
"Kalau di saya sendiri ada kandang cukup luas di Bogor, kita beli sapi pas masih muda untuk digemukkan. Memang khusus dijual pas Idul Adha, ada dokter hewan yang datang rutin periksa," ungkap Sugiharto.
Untuk harga sendiri, sapi-sapi tersebut dijual bervariasi. Seekor sapi dengan bobot 270 kg dijualnya seharga Rp 16 juta, sementara paling besar yakni sapi dengan berat 900 kg dipatok seharga Rp 55 juta.
"Setiap tahun Alhamdulillah selalu habis, tahun lalu sebenarnya sudah habis diborong, tapi karena Lebaran masih lama kita tambah stok lagi, tapi habis setengahnya saja. Nanti datang kambing, itu juga banyak yang cari," tutur Sugiharto.
Menurut dia, para pencari hewan kurban yang datang ke kandangnya rata-rata mencari sapi dengan kisaran harga Rp 20 juta per ekor. "Kalau itu sapi yang beratnya 350 kg," pungkasnya. (idr/dna)











































