"Negosiasi dengan pemerintah masih terus berjalan dengan baik," kata VP Corporate Communication PT Freeport Indonesia, Riza Pratama, kepada detikFinance, Rabu (23/8/2017).
Pemerintah dan Freeport terus berupaya mencari titik temu untuk memecahkan 4 masalah yang dibahas dalam perundingan, yaitu stabilitas investasi jangka panjang, kelanjutan operasi Freeport pasca 2021, pembangunan smelter, dan divestasi saham.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kerusuhan yang terjadi pada akhir pekan lalu merupakan buntut dari pemberhentian 4.000 pekerja yang mogok selama 30 hari pada 1-30 Mei 2017 lalu. Lalu diperpanjang lagi selama 16 hari sampai 16 Juni 2017. Pekerja yang mogok dianggap mengundurkan diri karena absen lebih dari 5 hari tanpa izin dan tidak mengindahkan panggilan.
"Kami pastikan aksi tersebut tidak mengganggu proses perundingan dengan pemerintah," tukasnya.
Riza berharap perundingan segera menghasilkan kesepakatan yang memuaskan semua pihak.
"PT Freeport Indonesia akan terus bekerja sama dengan pemerintah untuk mencapai kesepakatan yang saling memberi manfaat bagi kedua belah pihak," tutupnya. (mca/ang)











































