56.334 Ha Lahan Pertanian Kekeringan Januari-Agustus 2017

56.334 Ha Lahan Pertanian Kekeringan Januari-Agustus 2017

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Senin, 04 Sep 2017 17:34 WIB
56.334 Ha Lahan Pertanian Kekeringan Januari-Agustus 2017
Foto: Wisma Putra
Jakarta - Lahan pertanian seluas 56.334 hektar (ha) lahan dilanda kekeringan pada periode Januari-Agustus 2017. Sementara, luas lahan yang gagal panen mencapai 18.516 hektar.

Bila kekeringan melanda maka hasil produksi dari luas tambah tanam jadi kurang maksimal. Hal itu terjadi apabila di daerah yang mengalami kekeringan tidtotak memiliki persediaan air sama sekali.

"Yang jadi persoalan luas tambah tanamnya tidak bisa maksimal. Kalau ada air, tanaman musim kemarau itu yang paling baik. Makanya namanya gadu. Gadu itu produksi murah, hasilnya bagus. Yang jadi soal, musim kemarau tidak semua daerah punya air. Yang perlu diantisipasi, yang tanam usia dini jangan sampai kekeringan, mati," ujar Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Gatot Irianto, kepada detikFinance, Jakarta, Senin (4/9/2017)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Musim kemarau diperkirakan masih berlangsung September ini. Menurut Gatot, meski terjadi kemarau, ada sisi positif bagi panen padi.

"Kalau panen di September ini bagus untuk mutu siklus mengeringkan tanah. Ideal, kalau hujan terus populasi werengnya juga favorit, kalau kering mati. Kekeringan ini mutu padinya lebih bagus saat kering. Gabahnya mutunya bagus, tidak basah, tidak ada hama, hasilnya lebih tinggi," kata Gatot.

Dia menambahkan, tak ada lagi cerita kekeringan menggganggu produksi padi. Sebab, setiap bulan pemerintah telah mengeluarkan kebijakan melakukan luas tambah tanam 1 juta hektar, sehingga produksi padi terus ada.

"Kalau dulu, pas musim kemarau luas tanamnya kecil. Sekarang musim tanamnya besar, dari mulai Januari sampai Agustus luas tanamnya besar, di atas 1 juta hektar perbulan, sehingga enggak ada paceklik," terang Gatot.

Sebelumnya Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, mengatakan untuk menghadapi kekeringan atau paceklik, pihaknya melakukan pompanisasi, menyediakan embung, long storage, hingga melakukan percepatan tanam.

Dirinya mengatakan, paceklik terjadi apabila luas tanam hanya 500 ribu hektar, sementara dirinya telah membuat kebijakan untuk melakukan luas tambah tanam 1 juta hektar/bulan.

"Ini yang menolong sehingga kekeringan kurang. Kami kebijakannya adalah tidak boleh (tanam) di bawah 1 juta hektar," tegas Amran. (hns/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads