Menko Perekonomian Darmin Nasution menyebutkan, pelemahan nilai tukar rupiah berkaitan dengan rencana kenaikan suku bunga acuan AS, Fed Fund Rate (FFR) menjelang akhir tahun ini. Sentimen tersebut kemudian berimbas kepada penguatan dolar AS.
"Memang mungkin ada kaitannya dengan Amerika Serikat yang mau kenaikan tingkat bunga. Itu bisa ada hubungannya dengan itu," kata Darmin di sela Rakornas Kadin 2017 di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (3/10/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Darmin juga menambahkan pelemahan nikai tukar dialami banyak negara. Ia pun enggan berkomentar lebih lanjut mengenai pelemahan nilai tukar rupiah.
"Tapi memang beberapa negara juga melemah mata uangnya. Saya belum lihat, jadi saya lebih baik enggak jawab karena belum pelajari itu," kata Darmin.
(ara/mkj)











































