Dalam catatan IMF, pertumbuhan ditopang oleh peningkatan ekspor dan investasi. Sementara permintaan domestik diproyeksi akan meningkat secara moderat seiring dengan pertumbuhan kredit.
Kemudian inflasi akhir tahun diproyeksi bisa tetap rendah pada 3,7% pada 2017 dan 3,6% pada 2018.Angka inflasi ini karena harga pangan dan administered price yang stabil. Kemudian defisit neraca berjalan diperkirakan berada di 1,7% dari PDB 2017 dan 1,9% pada 2018.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menjelaskan, terdapat tantangan untuk perekonomian yakni dari sisi eksternal. Seperti keluarnya modal asing, pertumbuhan ekonomi China yang melambat dan kondisi geopolitik.
"Risiko domestik seperti kekurangan pajak dan kondisi keuangan global yang ketat bisa mendorong suku bunga di dalam negeri," ujar dia dalam keterangan resmi yang dikutip detikFinance, Rabu (15/11/2017).
Breuer menyebutkan, kebijakan untuk jangka pendek harus menyeimbangkan tujuan pertumbuhan serta menjaga stabilitas. Seperti kebijakan fiskal yang diharapkan bisa menargetkan defisit anggaran yang lebih rendah tahun depan.
"Kebijakan moneter mendukung stabilitas harga untuk mendukung pertumbuhan. Saat ini menurut dia kebijakan moneter sudah tepat," imbuh dia. (mkj/mkj)











































