Dapat Utang dari China, Tol Cisumdawu Kejar Target Operasi 2019

Dapat Utang dari China, Tol Cisumdawu Kejar Target Operasi 2019

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Sabtu, 25 Nov 2017 10:15 WIB
Dapat Utang dari China, Tol Cisumdawu Kejar Target Operasi 2019
Foto: Dok. Kementerian PUPR.
Jakarta - Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) yang terkenal konstruksi jalannya menembus bukit segera mendapatkan kembali dana segar pinjaman dari China. Pemerintah kembali mendapatkan komitmen pendanaan dari China untuk ketiga kalinya setelah sebelumnya menarik utang dua kali dari pihak yang sama untuk membangun tol yang memiliki panjang total 61,6 km itu.

Pinjaman dari China untuk pembangunan Tol Cisumdawu dilakukan melalui tiga fase. Fase I dan II untuk konstruksi pada Seksi 2, sementara fase III digunakan untuk mendanai pembangunan di Seksi 1.

Tol Cisumdawu merupakan salah satu proyek strategis nasional (PSN) Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang ditargetkan rampung seluruhnya pada 2019. Tol ini akan menghubungkan kawasan strategis nasional Cekungan Bandung dengan Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati serta membantu mengurangi kemacetan di Jalan Cadas Pangeran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut progres terkini proyek tol Cisumdawu:

Dapat Utang Rp 2,2 Triliun dari China

Foto: Dok. Kementerian PUPR.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Bina Marga kembali meraih pinjaman dari China untuk proyek tol Cisumdawu. Pinjaman ini merupakan pinjaman ketiga dari China setelah sebelumnya melakukan pinjaman yang sama untuk pengerjaan seksi 2 sebesar Rp 1,1 triliun dan Rp 3,48 triliun.

Pinjaman baru sebesar Rp 2,23 triliun itu akan digunakan untuk mengerjakan seksi 1 tol Cisumdawu yang menyambungkan Cileunyi dan Rancakalong sepanjang 12,2 km.

"Pengerjaan seksi 1 dan 2 merupakan bagian dari dukungan pemerintah yang pendanaannya dibagi menjadi 3 fase loan dari China. Fase satu dan dua untuk menyelesaikan seksi 2. Dan fase tiga yang kita tandatangani sekarang untuk seksi 1, pinjaman sebesar Rp 2,237 triliun, termasuk PPn," kata Dirjen Bina Marga Arie Setiadi Moerwanto di Gedung Bina Marga, Kementerian PUPR, Jakarta, Jumat (24/11/2017).

Seperti diketahui seksi 1 dan 2 dari tol Cisumdawu merupakan bagian tol yang dikerjakan pemerintah dari total 6 seksi tol Cisumdawu secara keseluruhan. Untuk mendanai pembangunan seksi 1 dan 2, pemerintah menggunakan dana pinjaman dari China.

Penandatanganan ini juga sekaligus penetapan kontraktor untuk pengerjaan seksi 1 PT Adhi Karya (Persero) dan China Road and Bridge Corporation dipilih sebagai kontraktor yang akan mengerjakan seksi ini, dengan porsi untuk Adhi Karya sebesar 40% atau nilai kontrak sekitar Rp 900 miliar.

Seksi I Tol Cisumdawu Digarap Mulai Awal 2018

Foto: Wisma Putra
Dengan ditandatanganinya perjanjian peminjaman dengan pemerintah China, maka pembangunan seksi 1 tol Cisumdawu ditargetkan bisa segera dimulai pada awal tahun depan. Direktur Jenderal Bina Marga Arie Setyadi Moerwanto mengatakan, hal ini untuk mengejar target penyelesaian yang diharapkan terealisasi pada akhir 2018 mendatang.

"Kita harapkan konstruksi bisa dimulai awal tahun depan setelah penetapan lokasi dari ditandatangani oleh Gubernur Jawa Barat tanggal 6 Desember," kata Arie di Gedung Bina Marga, Kementerian PUPR, Jakarta, Jumat (24/11/2017)

Seperti diketahui, hingga saat ini, dari 6 seksi yang ada, baru 1 seksi saja yang mulai dikerjakan konstruksinya, yaitu di seksi 2 yang merupakan bagian yang dikerjakan oleh pemerintah melalui pendanaan pinjaman dari China.

Arie mengatakan, saat ini lahan yang sudah bebas sudah mencapai 60%. Sisa lahan yang belum bebas diharapkan bisa dirampungkan pada tahun depan, sementara konstruksi ditargetkan bisa selesai akhir 2018 mendatang.

"Kita telah menyelesaikan perjanjian pinjaman ini secepat mungkin. Semoga penyelesaian pembangunannya nanti juga akan cepat. Untuk kontraktor, sudah bisa lakukan pekerjaan dari lahan yang sudah bebas. Perhatikan cuaca yang ada agar bisa siap mengerjakan pekerjaan dengan kualitas kontrol yang baik dan tetap menjaga keamanan pekerjaan," tutur Arie.

Progres Tol Cisumdawu

Foto: Dok. Kementerian PUPR.
Dari total 31,3 km panjang tol Cisumdawu yang menjadi bagian pekerjaan milik pemerintah, progres pekerjaan fisik hingga saat ini baru mencapai 46,38%. Pekerjaan fisik yang dilakukan baru pada seksi 2 yang menyambungkan Tanjung Sari dan Sumedang sepanjang 19,10 km.

Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR, Arie Setyadi Moerwanto mengatakan, pekerjaan konstruksi sepanjang 6,35 km di seksi 2 saat ini sudah rampung 100%. Sementara sisanya sekitar 12 km lagi saat ini masih dalam pengerjaan, khususnya pada pembangunan terowongan yang dilalui tol ini.

"Dari pinjaman fase 2, saat ini masih dilaksanakan di lapangan pekerjaannya. Di mana ada pembuatan terowongan sekitar 400-an meter. Satu terowongan kita harapkan bisa difungsikan saat Lebaran tahun depan," kata Arie saat ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat (24/11/2017).

Sementara untuk seksi 1 yang pendanaannya baru saja ditandatangani lewat pinjaman dari China saat ini masih dalam pembebasan lahan.

"Seksi I lahannya lebih sulit dibebaskan karena daerah itu sudah masuk kawasan perkotaan," jelas Arie.

"Dari pekerjaan ini, yang kritikal menentukan waktu pengerjaan secara keseluruhan adalah pengerjaan interchange di Cileunyi. Karena desainnya cukup complicated dan cara pekerjaannya juga. Tapi kami yakin ini bisa dikerjakan karena kami sudah sukses dengan pembangunan Semanggi yang bisa diselesaikan dalam waktu pendek," tambahnya

Manfaat Tol Cisumdawu

Foto: Wisma Putra
Pembangunan Tol Cisumdawu terus dikebut untuk mencapai target pengoperasian secara penuh di tahun 2019 mendatang. Konstruksi seksi 2 fase I Rancakalong-Ciherang sepanjang 6,35 km saat ini sudah rampung, sementara seksi 2 fase II dari Ciherang-Sumedang sepanjang 10,70 km progres konstruksi saat ini 21,49%.

Salah satu pekerjaan konstruksi pada seksi ini adalah pembangunan terowongan menembus bukit di Desa Cilengser dengan panjang terowongan mencapai 472 meter dengan diameter 14 meter. Progresnya kini sudah tembus 162 Meter untuk terowongan kiri dan 96 Meter di terowongan kanan.

Selain itu, pada ruas ini juga dilakukan pembangunan Jembatan Cinampel, yang telah mencapai tahap pengecoran pilar. Ditargetkan penyelesaian pembangunan Seksi 2 fase II yakni September 2019.

Dengan selesainya Tol Cisumdawu, diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antar wilayah Tengah dengan Utara Jawa Barat, sehingga mengurangi biaya logistik dan meningkatkan produktifitas. Tol ini juga akan menghubungkan kawasan strategis nasional Cekungan Bandung dengan Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati.

Jalan tol ini juga akan mempersingkat waktu tempuh Bandung-Sumedang yang merupakan kawasan konsentrasi pendidikan, sekaligus membagi beban lalu lintas di Jalan Cadas Pangeran yang selalu padat serta akan terkoneksi dengan Tol Cikampek-Palimanan yang merupakan bagian dari Tol Trans Jawa.
Halaman 2 dari 5
(eds/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads