Mengutip Reuters, bulan lalu di Inggris sempat mengalami penurunan penjualan terbesar selama empat setengah tahun. Pengusaha ritel di Inggris berharap dengan Black Friday bisa meningkatkan jumlah pembeli dan transaksi yang sempat tertekan inflasi dan upah yang tidak tinggi.
Di Inggris, budaya tahunan ini fokus memberikan diskon untuk barang-barang elektronik. Adapun Black Friday dilakukan secara online sejak 2014.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Daripada berinvestasi, konsumen sekarang lebih membeli banyak barang, karena harganya rendah," kata manajemen Barclaycard, Paulette Rowe seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (25/11/2017).
Sementara itu, dari toko offline seperti Department Store John Lewis, juga mengalami peningkatan transaksi. Jam tersibuk dimulai pukul 09.00-10.00 pagi waktu setempat. Rata-rata barang yang dipesan 705 item per menit.
"Ini akan menjadi hari tersibuk untuk perdagangan tahun ini," kata Chief Executive Argos, John Rogers.
Sebuah lembaga riset GlobalData memproyeksikan pengeluaran masyarakat Inggris dalam periode 20 - 27 November 2017 akan naik 3,8% dari tahun lalu sebesar 10,1 miliar pound.
Namun, promosi yang diberikan juga harus dilakukan secara hati-hati. Pasalnya toko atau perusahaan juga harus berjualan sambil mempertahankan keuntungan atau margin. (hns/hns)











































