Ribuan Mahasiswa STAN Belajar APBN dari Sri Mulyani

Ribuan Mahasiswa STAN Belajar APBN dari Sri Mulyani

Hendra Kusuma - detikFinance
Kamis, 21 Des 2017 18:52 WIB
Foto: Hendra Kusuma/detikFinance
Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kembali mendapat kesempatan untuk bertemu para mahasiswa Politeknik Keuangan Negara Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (PKN STAN).

Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK) Astera Primanto Bhakti mengatakan, pertemuan Menteri Keuangan dengan para mahasiswa khusus akan menjelaskan tentang APBN.

"Nama acara menteri menyapa, mahasiswa yang fresh ini bisa mendapat pengalaman dan menjadi pengalaman baru," kata Prima di PKN STAN, Jakarta, Kamis (21/12/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Prima menyebutkan, mahasiswa yang hadir dalam acara Menteri Menyapa ini sebanyak 6.500 orang, namun yang berada di dalam Student Centre PKN STAN sebanyak 3.000 orang.

"Mereka masih fresh, setelah ini libur, dan nanti masuk langsung ujian. Teman dosen mungkin ada soal yang bisa dimasukkan dari bahan yang disampaikan ibu," tambah dia.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, kehadiran dirinya dalam acara Menteri Menyapa khusus untuk menjelaskan mengenai APBN.

"Sore hari ini saya diminta untuk menyapa, nanti saya sampaikan mengenai APBN kepada mahasiswa terutama yang baru masuk," kata Sri Mulyani.

Kemarin, dia bilang, juga diminta untuk memberikan arahan kepada para Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang berjumlah 6.670 orang. Di mana, setengahnya merupakan lulusan PKN STAN.

Ribuan Mahasiswa STAN Belajar APBN dari Sri MulyaniFoto: Hendra Kusuma/detikFinance

"Jadi anda semua cepat atau lambat masuk ke Kemenkeu, walaupun K/L dan pemda meminta anda," ungkap dia.

Sebelum menyapa, Sri Mulyani meresmikan peluncuran Buku APBN 2016 Tahun Yang Tidak Biasa.

"Memang idenya bisa merekam dan menulis, membukukan satu tahun anggaran yang tidak bisa, sebelum memorinya hilang untuk ditulis," tutup dia.

Ribuan Mahasiswa STAN Belajar APBN dari Sri MulyaniFoto: Hendra Kusuma/detikFinance
(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads