Kereta Bandara Soetta Beroperasi 2 Januari, Sudah Tahu Cara Beli Tiketnya?

Kereta Bandara Soetta Beroperasi 2 Januari, Sudah Tahu Cara Beli Tiketnya?

Trio Hamdani - detikFinance
Jumat, 29 Des 2017 08:31 WIB
Kereta Bandara Soetta Beroperasi 2 Januari, Sudah Tahu Cara Beli Tiketnya?
Foto: Fadhly Fauzi Rachman
Jakarta - Kereta Bandara Soekarno-Hatta mulai 2 Januari bakal melayani perjalanan secara normal setelah sejak 26 Desember kemarin hingga 1 Januari nanti diuji coba.

Pada masa uji coba, kereta bandara melayani tarif reguler promosi dengan biaya Rp 30 ribu. Mulai 2 Januari tarif normal akan berlaku seharga Rp 70 ribu.

Rencananya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) bakal meresmikan pengoperasian layanan kereta bandara Soekarno-Hatta di stasiun Sudirman Baru atau BNI City, pada 2 Januari mendatang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain tarif yang bakal berubah per 2 Januari nanti. Jenis layanan yang diberikan oleh PT Railink selaku operator kereta bandara juga akan ada yang bertambah.

Berikut fakta-fakta selengkapnya soal Kereta Bandara Soekarno-Hatta:
Mulai 2 Januari 2018, layanan reservasi (reserve) kereta bandara Soekarno-Hatta bakal dibuka. Jika dalam masa uji coba pengguna kereta bandara hanya bisa membeli tiket reguler, nantinya pengguna bisa mendapatkan layanan lebih dengan membeli tiket reserve.

Dengan kata lain, yang didapatkan penumpang reguler dan reserve berbeda.

Humas PT Railink Indonesia, Diah Suryandari mengatakan, pengguna kereta bandara bisa memilih tempat duduk di dalam kereta jika membeli tiket kelas reserve. Sementara reguler tempat duduknya acak.

"Namanya reserve kita bisa pilih tempat duduk ya terlebih dahulu. Kalau yang lain tidak ada nomor tempat duduk," katanya ketika ditemui di Stasiun Sudirman Baru, Jakarta, Kamis (28/12/2017).

Dengan keunggulan tersebut, dia menerangkan bahwa nantinya penumpang bisa menyesuaikan tempat duduk jika pergi dengan rombongan. Sehingga antar rombongan tempat duduknya tidak terpisah-pisah. Gerbong kedua kelas pun berbeda.

"Mereka bisa pilih tempat duduk atau misalnya rombongan nih, itu bisa pilih tempat duduk yang berdekatan," terang Diah.

Selain itu, keunggulan membeli tiket reserve, warga bisa memilih untuk keberangkatan di hari berikutnya. Artinya, calon penumpang bisa membeli tiket dari jauh-jauh hari untuk keberangkatan yang telah ditentukan si calon penumpang.

Di luar itu, kata Diah, fasilitas dalam kereta antara reguler dan reserve sama saja.


Penumpang kereta bandara Soekarno Hatta bisa memilih tempat duduk sesuai keinginan. Tapi, tiketnya lebih mahal dari tarif normal.

Layanan kereta bandara akan dibedakan menjadi dua kelas yaitu reguler, dan reserve. Nah, kelas reserve ini yang mengizinkan penumpang memilih tempat duduknya dengan bebas selagi masih tersedia. Sedangkan reserve, penumpang diberi tempat duduk secara acak.

Saat ditanya perbedaan besaran tarif antara kelas reserve dan reguler PT Railink selaku operator kereta bandara masih merahasiakannya.

"Kita evaluasi dulu kita lihat dulu hasil dari ujicoba berbayar ini seperti apa, terkait dengan animo masyarakat. Nanti kita evaluasi seperti apa, baik dari sisi penentuan tarif, pelayanan dan sebagainya," kata Humas PT Railink, Diah Suryandari.

Meski begitu, Diah memastikan tiket kelas reserve akan lebih mahal dibanding reguler. "Iya (lebih mahal)," imbuhnya.

Nantinya, penumpang kereta yang membeli tiket reserve dan reguler akan dipisahkan tempat duduknya. Mereka tidak disatukan di gerbong yang sama. Artinya, salah satu gerbong nantinya akan diperuntukkan hanya bagi penumpang yang membeli tiket reserve.

Direktur Utama PT Railink Heru Kuswanto pun juga belum mau mempublikasikan rincian tarif kereta bandara untuk reserve.

"Kalau soal tarif lihat nanti saja supaya pada penasaran," jelas Heru.


Saat ini layanan kereta bandara Soekarno-Hatta dalam masa ujicoba hingga 1 Januari 2018 masih memberlakukan sistem acak tempat duduk, atau reguler dengan tarif Rp 30 ribu.

Meski demikian, pada tombol menu di vending machine pembelian tiket kereta bandara, menu pilihan untuk menentukan kursi penumpang sudah ada, yakni tombol menu reserve.

Hanya saja, pantauan detikFinance, Kamis (28/12/2017) di vending machine Stasiun Sudirman Baru (BNI City), petugas yang membantu calon pengguna kereta mengarahkan mereka untuk memilih menu reguler.

Pantauan detikFinance dalam perjalanan dari Stasiun Sudirman Baru ke Bandara Seokarno Hatta melihat para penumpang masih bebas berpindah-pindah tempat duduk dari kursi yang satu ke kursi lainnya selama itu kosong.

Namun, di dinding kereta sudah tersedia nomor-nomor tempat duduk selayaknya yang ada di dalam pesawat dan kereta jarak jauh.

Humas PT Railink Indonesia, Diah Suryandari mengatakan, untuk masa uji coba ini, pengguna kereta bandara masih dibebaskan untuk di kursi mana saja, tanpa terkecuali.

"Kalau untuk dalam masa uji coba belum ya (belum berlaku pemilihan tempat duduk). Itu nanti kalau udah resmi operasional," katanya ketika dihubungi detikFinance, Jakarta.


Bus TransJakarta pada hari ini resmi melayani penumpang menuju Stasiun Sudirman Baru atau BNI City. Stasiun Sudirman Baru sendiri melayani warga yang hendak menuju bandara Soekarno-Hatta, artinya kedua moda transportasi tersebut telah terintegrasi.

TransJakarta mulai hari ini memfasilitasi penumpang bandara di dua rute, yaitu Stasiun Sudirman Baru (BNI City) - Hotel Indonesia – Sarinah - Bank Indonesia- Gambir – Istana Negara - Monas. Kedua, Stasiun Sudirman Baru (BNI City) – Hotel Indonesia- Tosari – Dukuh Atas – Karet – Semanggi – Kuningan – Rasuna Said- Menteng.

Direktur Utama PT Railink, Heru Kuswanto mengatakan, dengan terintegrasinya Stasiun Sudirman Baru dan bus TransJakarta diharapkan memudahkan calon pengguna layanan kereta bandara.

"Hari ini bisa terwujud satu langkah lagi tingkatkan integrasi. Pagi ini, (Stasiun Sudirman Baru) akan terintegrasi dengan TransJakarta," kata Heru.

Heru memperkirakan jumlah pengguna kereta bandara akan terus bertambah. Oleh karenanya menjadi suatu hal penting untuk memudahkan mereka menuju stasiun.

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Bambang Prihartono menekankan bahwa integrasi antar operator angkutan publik tidak boleh hanya sebatas layanan transportasinya saja.

"Bicara integrasi menjadi tanggung jawab BPTJ. kita tak hanya integrasi sarana prasarana transportasi tapi juga kelembagaan. Kalo lembaga udah integrasi harusnya transportasi juga. Ini selama ini belum bisa dirasa manfaatnya oleh masyarakat," ujarnya.

Diharapkan, ketika stasiun yang melayani perjalanan ke Bandara Soekarno-Hatta ini diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) 2 Januari mendatang sudah tidak ada lagi kendala berarti, termasuk akses menuju stasiun.

Prosedur membeli tiket kereta bandara Soekarno-Hatta di vending machine semakin mudah dengan dihilangkannya kewajiban mengisi nama dan alamat email.

Sebelumnya, banyak calon pengguna kereta bandara yang mengeluhkan repotnya prosedur pembelian tiket kereta bandara karena harus mengisi nama, alamat email hingga nomor handphone di vending machine.

Hal itu membuat warga yang hendak menggunakan kereta bandara membutuhkan waktu lebih lama saat proses pembelian tiket. Namun saat ini, mereka yang akan naik kereta bandara hanya perlu mengisi nomor handphone saja.

Adapun prosedurnya sebagai berikut:

1. Memilih menu booking tiket

2. Mengisi pilihan stasiun tujuan. Jika berangkat dari Stasiun Sudirman Baru atau BNI City, stasiun tujuan yang tersedia sementara yaitu stasiun Batu Ceper dan Stasiun Soekarno Hatta International Airpot (SHIA).

3. Memilih jam keberangkatan dan lihat ketersediaan tiket

4. Mengisi biodata yang mulai hari ini hanya terdiri nomor telepon

5. Memilih mode pembayaran. Pilihannya, menggunakan debit, kredit dan uang elektronik

6. Setelah pembayaran dinyatakan sukses, tiket akan keluar lengkap dengan nomor dan barcode

Hide Ads