Direktur Pengadaan Bulog Andrianto Wahyu Adi, menjelaskan hal tersebut dikarenakan beberapa pemasok di berbagai negara belum sepakat dalam memenuhi ketersediaan impor dalam batas waktu pengiriman yang ditentukan yaitu hanya sampai akhir Februari 2018.
"Habis ini, closed. Kami enggak kejar lagi. Proses, bila ada, mulai lagi dari awal dengan penugasan baru," kata Andrianto kepada detikFinance, Senin (22/1/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi kami belum bisa tahu pasti kapan kapal pertama sampai. Kami hanya bisa membatasi latest shipment date setiap pemasok agar sampai ke Indonesia sebelum 28 Februari. Sehingga pengapalan terakhir sampainya tidak lewat tanggal 28 Februari 2018," papar dia.
Berikut cerita selengkapnya:
Tidak Hanya dari Vietnam Thailand, RI Juga Impor Beras dari India Pakistan
|
Foto: Eko Sujarwo
|
Beras Vietnam menjadi yang terbanyak masuk Indonesia yaitu sebesar 141.000 ton. Rinciannya yaitu dari Vietnam bagian Utara mensuplai 71.000 ton dan Vietnam Selatan 70.000 ton. Sisanya, ada tiga suplier dari Thailand masing-masing 40.000 ton.
Sedangkan eksportir beras itu antara lain Vinafood I dan II dari Vietnam, Ponglarp Co.Ltd, Capital Cereal Co Ltd, dan Asia Golden Co Ltd dari Thailand. Kemudian Amir Chand Export Co Ltd dari India, Al Buks Export Co Ltd, Sind Agro Industri Co Ltd dari Pakistan.
Tahap Awal 70.000 Ton Beras Diangkut dari Vietnam Selatan
|
Foto: Rengga Sancaya
|
Direktur Pengadaan Bulog, Andrianto Wahyu Adi, menjelaskan prdediksi awal pemerintah yang mengutarakan beras impor akan sampai di akhir Januari ini nyatanya ngaret dari jadwal. Andrianto mengaku, perlu waktu untuk importir untuk menyediakan barang hingga proses pengiriman.
"Pertama kali yang dilakukan pemasok adalah menominasi kapal untuk kami setujui. Baru satu pemasok Vietnam yang menominasi tiga kapal kapasitas 20 ribu ton-an. Mengenai pengiriman tergantung kapasitas muat pelabuhan asal berapa ribu ton sehari sehingga kapal 20.000 ton terisi. Sesudah selesai muat, berangkat ke Indonesia durasi pelayaran 5 sampai dengan 7 hari dari Vietnam atau Thailand," jelas dia kepada detikFinance, Senin (22/1/2018).
Beras Impor datang, langsung Masuk Gudang
|
Foto: Rengga Sancaya
|
Menurut Direktur Pengadaan Bulog, Andrianto Wahyu Adi, beras-beras impor itu akan disimpan sebagai stok. Setelah tiba di Indonesia, beras akan masuk ke gudang-gudang di pelabuhan.
Bulog akan menggelontorkan beras-beras itu ke pasar jika diminta pemerintah.
"Itu tergantung kapasitas Tanjung Priok Tanjung Perak, Merak dan daerah Kupang, cuma kan itu untuk stok. Kalau belum ada perintah untuk keluarkan ya tetap akan disimpan di gudang," terang Andrianto kepada detikFinance, Senin (22/1/2018).
Sementara ini, gudang terbesar untuk menampung beras impor ada di Kelapa Gading, yaitu gudang Bulog Divre DKI Jakarta.
"Stok terbanyak kami tentu di daerah kota besar. Lagi atur banyaknya akan dimana tapi sampai saat ini Kelapa Gading, nanti untuk simpan ke daerah lain," kata dia.
Harga Beras Impor Ditentukan Pemerintah
|
Foto: Agung Pambudhy
|
"Keputusan kapan harus jual dan harga itu di tangan Pemerintah atau Kemendag. Kami adalah operator. HET Rp 9.450, surat Mendag memerintah OP saat ini harga maksimal di level konsumen Rp9.350," jelas Direktur Pengadaan Bulog Andrianto Wahyu Adi, kepada detikFinance, Selasa (23/1/2018)
Sebagai informasi, penjualan HET beras medium saat ini yaitu Rp 9.450/kg, sedangkan beras premium dijual dengan harga Rp 12.800/kg.
Bulog Beli Beras Impor seharga Rp 5.963.000/ ton
|
Foto: Agung Pambudhy
|
"US$ 445/ton itu sudah CFR. (Danannya) dari fasilitas perbankan Bulog. Bayar sesuai dokumen kapal yang datang," terang Andrianto.
Halaman 2 dari 6











































