Kepala Divisi Kartu Kredit PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Corina Leyla Karnaelis menjelaskan penutupan kartu kredit sebagian besar biasanya terjadi karena kartu yang jarang digunakan.
"Karena kartu jarang digunakan, atau jumlah kartu yang dia miliki sudah terlalu banyak jadi agar tidak mubazir," kata Corina saat dihubungi detikFinance, Jumat (26/1/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Promo-promo yang beragam tetap menjadi daya tarik utama untuk mendapatkan nasabah baru. Kartu Kredit BNI akan fokus di kategori yang sedang trend seperti e-commerce, travel, gadget dan juga dining," imbuh Corina.
Direktur PT Bank CIMB Niaga Tbk Lani Darmawan mengungkapkan secara industri penutupan kartu kredit memang terjadi. Hal ini karena berlakunya regulasi pembatasan maksimal 2 penerbit untuk 1 nasabah kartu kredit dengan penghasilan tertentu.
"Ini yang menyebabkan penutupan kartu kredit terjadi. Kami di CIMB Niaga masih ada pertumbuhan kami optimis bisa terus meningkat," ujarnya.
Berdasarkan data yang dihimpun detikFinance dari statistik alat pembayaran menggunakan kartu (APMK), jumlah kartu kredit akhir tahun tercatat 17,24 juta keping.
Jumlah ini berkurang sekitar 162.203 keping kartu dibandingkan periode tahun 2016 sebesar 17,4 juta kartu. Sepanjang 2017 memang jumlah kartu kredit yang beredar mengalami pergerakan.
Awal tahun 2017 jumlah kartu masih di kisaran 17,49 juta, kemudian memasuki Juni turun menjadi 16,77 juta. Ini artinya pada Mei tak ada pertumbuhan pada jumlah kartu kredit. (eds/eds)











































